English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

rss

Satu Ayat

About Me

Foto saya
hello semuanya.. selamat datang di blog ku yang pertama..!!! kalo kalian kunjungi blog ku.."jangan lupa kasih komentar yaa.." ehm yang banyak link tentang komputer....,tukeran yuxx...,bagi - bagi informasi gtu... hohohooho

Minggu, 30 Maret 2008

Es Dunia Meleleh Lebih Cepat

Gunung-gunung es dunia meleleh dalam laju yang amat cepat dan beberapa di antaranya bisa hilang dalam beberapa dekade ke depan, demikian diungkapkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Minggu (16/3).

Para ilmuwan yang meneliti kondisi sekitar 30 lapisan es di seluruh dunia menemukan bahwa lelehan es mencapai puncaknya tahun 2006.

Oleh karenanya UNEP memperingatkan bahwa kehilangan es lebih jauh bisa berakibat serius, terutama di India, di mana sungai-sungainya bersumber pada lapisan es Pegunungan Himalaya.

Wilayah pantai barat Amerika Utara yang mendapatkan sebagian air dari gletser di jajaran pegunungan seperti Rocky dan Sierra Nevada juga bakal terkena dampak.

Direktur eksekutif UNEP Achim Steiner mendesak pemerintah negara-negara untuk menyepakati langkah-langkah guna mengurangi emisi gas dalam pertemuan internasional tahun depan di ibukota Denmark, Copenhagen.

Rata-rata lapisan es dunia berkurang 1,5 meter tahun 2006. Lelehan terbanyak tercatat di lapisan es Breidalblikkbrea, Norwegia, yang leleh 3 meter tahun 2006, sedangkan gletser Echaurren Norte di Chile adalah satu-satunya yang bertambah tebal.

"Apa yang kami dapatkan ini sepertinya merupakan tren yang tak diketahui kapan berhenti," ujar Wilfried Haeberli, direktur World Glacier Monitoring Service.

Dikatakan Haeberli, es meleleh sekitar 0,3 meter per tahun antara 1980 dan 1999. Namun sejak tahun 2000, lelehan itu meningkat sekitar 50cm.

Selengkapnya...

Sabtu, 29 Maret 2008

Mumi Dinosaurus Dipelajari di Museum Houston



Fosil dinosaurus yang masih mengandung jaringan kulit dan daging dibawa ke Museum Sains Alam Houston, Texas, AS untuk dipelajari. Fosil tersebut juga akan dipamerkan untuk pertama kalinya kepada publik.

Sebagian organ, jaringan kulit, dan dagingnya mengeras bersama tulang-belulangnya sehingga para arkeolog menyebutnya sebagai mumi. Fosil yang ditemukan di Malta tahun 2000 itu berasal dari spesies Brachylophosaurus, dinosaurus yang memiliki paruh seperti bebek. Usianya diperkirakan 77 juta tahun.

Sejak ditemukan, spesimen yang diberi nama Leonardo itu disimpan sementara di bekas toko otomotif yang disulap menjadi Dinosaur Field Station. Ia akan menjadi koleksi unggulan Museum Dinosaurus Great Plains, sebuah museum baru yang akan dibuka di Malta pada 6 Juni 2008.

Namun, Leonardo belum akan dipamerkan di Malta sampai lebih dari setahun ke depan karena masih dipelajari di Texas. Fosil tersebut akan dikirim ke Texas pada Maret 2008 menggunakan kotak khusus yang dilapisi kantong udara untuk menjaga keutuhannya.

"Berat melepas Leonardo, banyak orang datang ke sini hanya untuk melihat Leonardo," ujar Dixie Stordahl, manajer Dinosaur Field Station. Namun, hasil penelitian akan memberikan pengaruh lebih baik dalam jangka panjang.

Sejauh ini, para ilmuwan telah menggunakan pemindai sinar-X untuk melihat struktur lidah Leonardo, sayap dan perutnya. Di Museum Houston, alat pemindai tomografi (CT scan) berukuran besar milik NASA akan dapat melihat seluruh bagian organnya lebih detil.

Proses pemindahan dan penelitian terhadap fosil Leonardo untuk mengungkap kehidupannya di masa lalu akan difilmkan Discovery Channel. Sedangkan seluruh penadanaan akan dikelola Judith River Foundation yang berharap dapat mengumpulkan sumbangan hingga 3 juta dollar AS untuk merampungkan penelitian dan dokumentasi Leonardo.

Sebelumnya, mumi dinosaurus juga ditemukan dari spesies lainnya, misalnya spesimen Dakota yang ditemukan di Dakota Utara tahun 1999. Fosil tersebut berusia lebih muda dari Leonardo karena berusia 67 tahun.

Selengkapnya...

Buaya Pertama Mungkin Dari Afrika



Penemuan salah satu bagian dari keseluruhan kerangka yang diindikasikan sebagai fosil buaya purbakala semakin memperkuat hipotesa bahwa kelompok buaya yang pertama berasal dari Afrika sebelum bermigrasi ke Amerika Selatan dan menyebar ke seluruh perairan Amerika.

Buaya bermoncong lancip semakin diduga kuat sebagai predator yang juga hidup di lautan dunia sekitar 62 juta tahun yang lalu. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti Brazil di Rio De Janeiro. Para ahli memberi nama "Guarinisuchus munizi" untuk spesies baru ini dan mengatakan bahwa penemuan tersebut memberikan gambaran baru dari sejarah evolusioner buaya modern.

Menurut Alexander Kellner dari Museum Nasional Universitas Rio De Janeiro, fosil yang meliputi tulang tengkorak, tulang rahang dan tulang belakang merupakan bentuk terlengkap dari marine corcodylomorphs yang ditemukan di Pernambuco, timur laut Brazil. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah species purbakala buaya dalam beberapa tahun terakhir.

“Penemuan jenis buaya sepanjang 10 kaki ini merupakan penemuan yang jarang sekali ada sekaligus menyingkapkan lembaran teori baru,” ujar Kellner.

Penemuan ini juga menjelaskan bahwa marine corcodylomorphs telah menggantikan spesies kadal air pada awal zaman Paleocene sekitar 65 juta tahun yang lalu atau saat kadal air menemui kepunahan. Para ahli yakin keunikan dari buaya purbakala tersebut terletak pada perbedaan anatomi di tulang tengkoraknya Selengkapnya...

Astronom Temukan Tata Surya Baru dengan Dua Planet



Sebuah bintang seukuran Matahari yang terletak triliunan kilometer dari Bumi dikelilingi dua buah planet. Temuan ini semakin menguatkan anggapan bahwa sistem planet-planet yang mirip tata surya kita banyak tersebar di alam semesta.

Para astronom yang dipimpin Scott Gaudi dari Universtas Ohio State, AS dapat mengamatinya dengan teknik yang disebut lensa mikro gravitasi. Bintang dan dua planet yang mengelilinginya itu teramati saat bergerak di depan bintang yang lebih jauh pada tahun 2006.Kedua planet ditemukan pada bintang OGLE-2006-BLG-109L yang berada 5.000 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,6 triliun kilometer). Gaudi dan timnya menemukan distorsi cahaya bintang yang diperkirakan sebagai sebuah planet yang bergerak mengelilinginya. Distorsi yang lebih kuat teramati sehari kemudian. Perlu dua bulan untuk memastikan bahwa kedua distorsi memang disebabkan planet.

Kedua planet mungkin jenis planet gas seperti Jupiter atau Saturnus. Meskipun demikian, besarnya hanya sekitar 80 persennya.

"Ini pertama kalinya kami mengamati peristiwa penguatan cukup besar dengan sensitifitas sangat tinggi sehingga sangat jelas menunjukkan planet kedua - dan yang satunya tentunya," ujar Gaudi, yang melaporkan temuan tersebut dalam jurnal Science terbaru.

Penemuan sebuah bintang yang dikelilingi beberapa planet seperti ini termasuk langka. Sebelumnya para astronom dari Universitas Ohio State juga menemukan sistem planet-planet dengan sebuah bintang yang mengelilingi empat planet melalui program Microlensing Follow Up Network (MicroFUN) yang melibatkan lembaga riset dari 11 negara Selengkapnya...

Kawah Putih


Pada masa penjajahan Belanda, penduduk setempat menganggap Gunung Patuha di Jawa Barat adalah kawasan yang sangat angker. Penduduk tidak ada yang berani mendaki. Burung-burung pun tidak ada yang melintas di kawasan tersebut.

Kata Patuha berasal dari kata Pak Tua. Orang-orang setempat sering menyebutnya gunung sepuh. Mereka percaya, orang-orang tua yang dihormati dan disegani bersemayam di puncak gunung. Para sesepuh itu, menurut juru kunci Gunung Patuha, mengadakan sidang secara berkala di puncak gunung yang disebut Puncak Kapuk.

Sidang ini diketuai oleh Eyang Jaga Satru. Para tetua yang lain adalah Eyang Rangga Sadena, Eyang Camat, Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskon dan Eyang Jambrong.

Beberapa penduduk setempat sering melihat secara gaib sekumpulan domba berbulu putih. Domba gaib itu disebut domba lukuta dan dipercaya muncul secara gaib saat para leluhur sedang bersidang. Pengalaman melihat peristiwa yang dianggap gaib itu membuat penduduk setempat tidak berani mendaki atau berbuat sembarangan di seputar gunung.

Aroma Belerang

Berita keangkeran Gunung Patuha ini sampai ke telinga seorang cendikiawan Eropa terkemuka yaitu Dr Franz Wilhelm Junghuhn (1809 - 1864). Dr Junghuhn saat itu tinggal di kawasan tanah Priangan untuk mengembangkan tanaman kina.

Berkat jasanya Indonesia menjadi negara pengekspor kina terbesar di abad 19. Ia pula yang pertama kali menulis laporan ilmiah tentang Pulau Jawa dan Sumatera. Keelokan pegunungan Priangan membuat dirinya memutuskan menetap di tanah Priangan sampai wafat di rumahnya yang menghadap Gunung Tangkuban Perahu.

Sikap skeptis Dr Junghuhn membawa dirinya dan beberapa penduduk setempat di tahun 1837 melawan mitos yang membuat orang enggan mendaki Gunung Patuha. Ia menemukan alasan mengapa burung-burung enggan melintasi Gunung Patuha. Kawah yang terdapat di puncak gunung menguarkan aroma belerang yang menyengat sehingga binatang pun menghindarinya.

Kawah itu digenangi air sehingga membentuk danau yang sangat indah. Air bening dingin yang berasal dari mata air mengalir ke arah danau kawah menjadi air danau yang hangat. Danau kawah itu dikelilingi tebing-tebing dan pohon-pohon rimbun.

Pepohonan di salah satu bagian tebing nampak hangus seperti terbakar api. Nampaknya asap belerang hanya bertiup ke salah satu bagian tebing sehingga menghanguskan pepohonan di bagian itu.

Pada dinding tebing yang mengitari kawah terdapat beberapa gua. Menurut penduduk setempat gua itu sering dikunjungi orang yang ingin mendapatkan 'ilmu' atau kekayaan dengan bersemedi di dalamnya. Seorang pemandu menyebutkan beberapa nama terkenal yang sering terlihat di kawah tersebut.

Berwarna Putih

Pada saat matahari bersinar cerah air danau berwarna putih. Mungkin itu sebabnya orang menamai danau kawah itu Kawah Putih. Pada saat lain air danau berwarna biru. Saat matahari terbenam air danau bisa berwarna-warni indah. Saat SENIOR mengunjungi Kawah Putih air danau sedang berwarna hijau muda lembut.

Kawah Putih dan sebuah kawah lain di puncak bagian barat terbentuk akibat letusan Gunung Patuha pada abad X dan XII. Ketinggian Kawah Putih adalah 2.194 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian Gunung Patuha adalah 2.434 meter di atas permukaan laut.

Suhu udara di waktu pagi sekitar 15 sampai 20 derajat Celcius. Jaket, syal atau apa pun yang bisa menghangatkan badan sebaiknya disiapkan sebelum pergi ke Kawah Putih karena udara yang cukup dingin. Di musim kemarau suhu di pagi hari lebih rendah dibanding musim hujan.

Pil Belerang Penyembuh Kulit

Obyek wisata Kawah Putih berjarak sekitar 46 kilometer dari kota Bandung. Lokasi obyek wisata Kawah Putih tidak sulit ditemukan. Di tepi jalan raya Ciwidey menuju Rancabali terdapat penunjuk arah menuju Kawah Putih yang cukup besar.

Dari pos penjualan tiket perjalanan menuju Kawah Putih masih harus ditempuh sejauh 6 kilometer. Jalan yang ditempuh menanjak serta berkelok dan tidak selebar jalan raya Ciwidey. Di sepanjang perjalanan itu tak jarang tampak sekelompok penambang belerang.

Sumber daya belerang yang terdapat di Kawah Putih tidak lama setelah ditemukan Dr. Junghuhn dieksploitasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Pabrik belerang Zwavel Ontgining Kawah Putih didirikan di dekat kawah. Pada saaat Jepang menduduki Indonesia pabrik itu diberi nama Kenzaka Yokoya Ciwidey. Pabrik itu diawasi secara ketat oleh tentara pendudukan Jepang dan didayagunakan untuk kepentingan militer.

Penambangan belerang saat ini masih dilakukan oleh penduduk setempat. Pengunjung Kawah putih sering memunguti butir-butir belerang sebesar kerikil yang berwarna kuning bening di seputaran tepi danau kawah.

Butir belerang itu sering dikonsumsi seperti layaknya minum obat keluaran pabrik. Butiran kuning bening itu dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit Selengkapnya...

Gempa Dapat Diprediksi dengan Geotomografi

Teknik geotomografi atau pencitraan struktur interior Bumi dalam bentuk tiga dimensi dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa. Dengan teknik ini, pergerakan lempeng Bumi dapat dengan mudah dipantau secara terus-menerus.

Demikian dikatakan guru besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Sri Widiyantoro dalam orasi ilmiahnya sebagai guru besar yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (9/2). Prediksi yang akurat ini sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.

Tomografi pada awalnya merupakan teknik yang digunakan dalam bidang kedokteran. Pada tahun 1970-an mulai dikembangkan teknik tomografi seismik atau geotomografi untuk membuat citra interior Bumi. Widiyantoro merupakan peneliti dan ilmuwan pertama di Indonesia yang menekuni teknik ini sejak tahun 1990.

Untuk dapat memprediksi gempa dengan akurat, teknik ini harus didukung ahli dari berbagai disiplin ilmu Bumi lainnya seperti ahli geodesi, oseanografi, dan vulkanologi. "Gempa merupakan fenomena alam yang diawali berbagai macam gejala alam, baik di dalam Bumi maupun di udara sehingga penelitian tidak dapat dilakukan secara terpisah," kata Widiyantoro.

Kepala Bagian Riset Geodesi Institut Teknologi Bandung Hasanudin Z Abidin, yang juga berorasi dalam kesempatan itu, menyatakan bahwa prediksi akan lebih tepat jika struktur pergerakan Bumi dipantau dengan alat global positioning system (GPS) atau alat navigasi satelit. "Jika hanya mengandalkan alat seismograf untuk mengetahui getaran Bumi saja tidak cukup dan gejala gempa tidak kelihatan. GPS mampu memantau struktur tanah secara menyeluruh dan cepat dengan bantuan satelit," katanya.

Selain itu, dengan menggunakan GPS, perubahan medan listrik di udara yang merupakan salah satu gejala gempa bumi dapat dideteksi.

Terhambat biaya

Widiyantoro yang juga Ketua Kelompok Keahlian Ilmu dan Teknik Geofisika ITB mengatakan, upaya penelitian yang ia lakukan selama ini belum didukung dana yang memadai. Akibatnya, stasiun pengamat gempa di Indonesia belum memadai untuk mengirim data yang lengkap dan akurat yang selanjutnya diolah dengan metode geotomografi.

Ia menjelaskan, setelah tsunami Aceh pada 2004, baru ada sekitar 200 stasiun pengamat di beberapa daerah rawan gempa di Sumatera dan Jawa. Rencananya, akan ada penambahan sebanyak 100 stasiun mulai 2008 ini.

"Jepang yang wilayahnya lebih kecil dibanding Indonesia saja telah memiliki lebih 1.000 stasiun pengamat," kata Widiyantoro. Ia memaklumi kekurangan sarana ini karena untuk pembangunan satu stasiun pengamat dibutuhkan Rp 1 miliar-Rp 2 miliar.

Selama ini, dalam penelitiannya, Widiyantoro bekerja sama dengan para ahli dari luar negeri. Sebagian besar stasiun pengamat yang ada pun merupakan bantuan dari luar negeri Selengkapnya...

Energi Tersembunyi di Bawah Laut

Para peneliti di Florida Atlantic University tengah mempelajari arus samudera di Gulf Stream yang terletak 24 kilometer dari pantai Florida. Lokasi tersebut diyakini menyimpan kesempatan menggiurkan akan eksploitasi energi yang tidak akan ada habisnya.

Menurut mereka, arus yang mengalir dengan kecepatan 8,5 miliar galon per detik tersebut dapat dimanfaatkan untuk memutar ribuan turbin bawah laut yang akan menghasilkan energi setara 10 reaktor nuklir. Energi sebesar itu dapat menopang sepertiga kebutuhan listrik di Florida. Rencananya, sebuah turbin ekeperimen akan dipasang dalam beberapa bulan ini.

Direktur Pusat Keunggulan Teknologi Energi Kelautan, Frederick Driscoll mengatakan saat ini pihak universitas sedang mengembangkan sebuah teknologi terobosan yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan besar membangun sederetan turbin besar di bawah laut. Penelitian ini didanai menggunakan hibah penelitian dari pemerintah Florida sebanyak 5 juta dolar.

Lebih lanjut, para peneliti mengkhawatirkan turbin bawah laut akan berdampak mematikan bagi ikan-ikan dan makhluk lain. Meskipun demikian, turbin-turbin tersebut tidak berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas, sebab semua peralatan akan ditambatkan di dasar laut. Ujung kipas turbin akan berjarak antara 30-40 kaki dari permukaan air. Selain itu, turbin bawah laut juga tidak akan merusak pemandangan laut seperti turbin angina, yang selama ini dikeluhkan para aktivis lingkungan. Selengkapnya...

Kompor Matahari, Alternatif Hemat Bahan Bakar

Kompor matahari yang dikembangkan peneliti dari jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, Jatim, Dr M Nurhuda bisa menjadi alaternatif di zaman bahan bakar minyak makin mahal.

Menurut Dr M Nurhuda, Minggu (9/3), kompor (pemasak) matahari tidak memerlukan bahan bakar sama sekali, bebas asap, serta ramah lingkungan. Teknologinya juga memungkinkan dikembangkan dalam skala besar untuk membantu masyarakat kurang mampu yang akhir-akhir ini terlilit dengan harga BBM. \

"Di negara-negara seperti India, China, dan negara-negara Afrika tengah serta Amerika Latin, pemasak matahari banyak digunakan oleh masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil. Kami berharap rekayasa teknologi murah dan simpel ini bisa dikembangkan untuk membantu masyarakat miskin," katanya di Malang.

Secara garis besar, ada dua jenis pemasak matahari, yakni tipe kotak (box) dan tipe parabola. Tipe kotak banyak dipergunakan di Amerika Latin dan tipe parabola banyak dikembangkan di China serta digunakan untuk memasak dalam jumlah besar.

Ia mengakui, tipe kotak sangat simpel dalam mengoperasikannya, tetapi lambat sehingga dijuluki very slow solar cooker. Untuk memasak nasi menggunakan tipe tersebut diperlukan waktu setidaknya 3-5 jam, sehingga tidak praktis untuk sebagian besar masyarakat Indonesia.

Sedangkan kompor tipe parabola secara umum memerlukan waktu lebih cepat, tetapi lebih ruwet cara mengoperasiakannya. Pertama, posisi panci harus ditempatkan menggantung pada titik fokus parabola, kedua, parabola harus terus menghadap matahari sehingga setiap saat perlu penyesuaian arah parabola agar dapat memperoleh sinar pantul secara maksimum dan selalu pada titik fokus.

Selain itu, pemasak matahari tipe parabola pembuatannya membutuhkan banyak biaya. Sebagai contoh, kompor tipe parabola yang diproduksi Minto asal Madiun memerlukan banyak sekali cermin datar, kerangka parabola, solar tracking yang semuanya membutuhkan biaya sekitar Rp1,5 juta per unit. Kalau dijual, harganya menjadi sekitar Rp 3,5 juta per unit.

Melihat kenyataan tersebut, pemasak matahari tipe kotak lebih efisien untuk diterapkan. "Pada awalnya kami mencontoh saja desain yang banyak dijumpai di internet san ternyata pemasak matahari tersebut tidak dapat berfungsi, beras yang kami masak dari jam 09.00 sampai dengan jam 15.00 tak juga matang," katanya.

Setelah mempelajari dengan serius sebab-sebab kenapa pemasak matahari tidak dapat berfungsi, akhirnya muncul ide untuk mengoptimalkan bentuk panci. Intinya, bentuk panci harus bisa menyerap energi matahari sebesar-besarnya serta kontak antara panci dan air dan beras harus diusahakan agar semaksimum mungkin, sehingga panas dari panci dapat tersalur ke air secara maksimal dan paling bagus dibuat dengan cara cor-logam.

Sistem pemasak tersebut telah diujicobakan dan berhasil menanak nasi dalam waktu antara 1- 2 jam, tergantung pada terik matahari. Pada hari terik, waktu memasak cuma satu jam, tetapi ada mendung, bisa sampai dua jam.

Cara pengoperasian pemasak matahari tipe kotak yang dikembangkan cukup praktis dan sederhana yakni dengan cara beras yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam panci berisi air kemudian panci dimasukkan ke dalam kotak, kotak ditutup kaca transparan, tunggu kira-kira 1- 2 jam, tergantung pada intensitas matahari, maka beras akan masak dengan sendirinya, tanpa perlu beras dibolak-balik. Selain untuk memasak nasi, katanya, kompor matahari juga dapat digunakan untuk memasak air dan saat ini teko untuk kompor matahari masih dalam proses pembuatan termasuk penggorengan.

Dana untuk pembuatan alat pemasak dari tenaga matahari tersebut nantinya diperkirakan tak lebih dari Rp. 300.000. "Sejalan dengan semakin mahalnya BBM, kami berharap pemerintah mengambil alih desain yang kami kembangkan untuk disosialisasikan pada masyarakat, kami hanya ingin membantu masyarakat terutama yang kurang mampu agar mereka tidak lagi tergantung pada Mitan lagi," katanya menegaskan.

Spesifikasi kompor matahari yang dikembangkan adalah ukuran kotak 50 cm x 50 cm x 20 cm (tinggi), jumlah kaca reflektor tiga potong, kaca samping luas 60 x 55 cm, kaca belakang 55x 55 cm (untuk reflektor paling bagus adalah aluminium foil yang dilapisi lapisan anti oksidasi (coating) seperti reflektor lampu mobil, landasan panci 45 x 45 cm, tinggi 10 cm dan bagian luar panci dicat hitam. Selengkapnya...

Jumat, 28 Maret 2008

Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa


Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus.
Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi. Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

"Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya," kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.

"Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana," kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.

Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.

"Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam semesta,” kata Ralph Selengkapnya...


SBY Nonton, Studio XXI EX Plaza Ditutup untuk Umum

JAKARTA, JUMAT- Sejak pukul 11.00 siang, studio XXI EX Plaza, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, ditutup untuk umum.

Hal tersebut terkait rencana kehadiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang berencana menyaksikan film Ayat-Ayat Cinta arahan sutradara Hanung Bramantyo, nanti malam. "Hari ini, memang studio ditutup untuk umum, karena ada rencana Pak SBY mau nonton," kata Nanang, salah satu personel keamanan saat ditemui di kompas.com, Jumat (28/3).

Alhasil, para pengunjung yang sedianya menyaksikan film di studio XXI terpaksa balik badan, ketika mengetahui bahwa studio ditutup untuk sementara waktu pada hari ini.Rencananya, selain SBY, akan hadir pula sekitar 80 Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk menonton film yang kini jadi perbincangan hangat masyarakat Tanah Air.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas tampak bersiaga melakukan persiapan dengan meningkatkan penjagaan di sejumlah titik. Hingga saat ini belum tampak petugas keamanan dari Pasukan Pengawal Presiden (Paspamres) yang berjaga di lokasi EX Plaza. AAC film yang dibintangi aktor Ferdi Nuril, Rianti Cartwright dan Zaskia A. Mecca itu, berhasil mencuri perhatian. Hingga kini, film yang diangkat berdasarkan novel laris karya Habiburrahman El Shirazy itu, telah ditonton 3 juta orang

Selengkapnya...

Sosok Alien Terekam di Planet Mars



Apakah Planet Mars begitu sunyi tanpa kehidupan sama sekali? Perdebatan tentang hal tersebut semakin menghangat kembali saat foto sosok alien di permukaan Planet Mars beredar di internet.

Di dalam foto tersebut tampak sosok yang mirip dengan manusia tengah duduk di atas pinggiran batu. Foto yang dirilis NASA itu direkam wahana penjelajah Spirit tak lama setelah sukses mendarat di permukaan Mars pada 24 Januari 2004. Spirit adalah salah satu dari wahana kembar milik NASA yang masih aktif menyusuri permukaan Planet Mars.

Munculnya foto tersebut langsung mendapat banyak tanggapan dan memicu berbagai spekulasi melalui posting blog dan forum di Internet. Sebagian blogger menilai sosok tersebut hanya trik kamera, sedangkan lainnya tetap yakin sebagai bukti keberadaan alien.

Ada yang menilai bentuknya mirip kurcaci, ada pula yang yakin sebagai sosok Bunda Maria. Orang-orang yang percaya makhluk misterius berpendapat itu adalah sosok Bigfoot, makhluk gunung berjalan tegak dan berbulu lebat yang memicu banyak legenda di berbagai belahan dunia.

Namun, rata-rata banyak yang sepakat bahwa bentuknya mirip sekali dengan patung Little Mermaid, karakter Putri Duyung yang ada di ibukota Denmark, Kopenhagen. "Mungkin dibuat peradaban alien yang kemudian meninggalkan Mars dan tinggal di Denmark," tulis salah satu komentar di Internet.

Namun, pendapat yang ditulis di Badastromy.com memberikan tanggapan dari persepektif lain. "Seorang manusia? Ia hanyalah batu berukuran kecil yang tingginya beberapa inci. Jaraknya hanya beberapa kaki dari wahana penjelajah tersebut."

Terlepas dari perdebatan tersebut, NASA mungkin tidak menganggap ada sesuatu yang aneh dalam foto ini. Manusia tidak mungkin hidup di permukaan Mars dengan kondisi saat ini, kecuali organisme renik yang tahan terhadap lingkungan yang ekstrim. Meskipun demikian, bukti-bukti kehidupan di Mars masih terus dicari Selengkapnya...

Salju Pertama di Irak dalam 100 Tahun

Untuk pertama kalinya dalam 100 tahun terakhir salju turun di Kota Baghdad, Irak. Perubahan iklim dituduh sebagai biangnya.

Butiran-butiran salju halus turun di ibukota Irak tersebut Jumat (11/1) pagi sejak sebelum fajar dan berlangsung hingga lebih dari jam 9.00 waktu setempat. Namun, salju tak sempat tertimbun karena segera meleleh begitu menyentuh tanah.

Peristiwa langka ini terjadi saat suhu udara turun hingga nol derajat Celcius bahkan di bawahnya. Turunnya salju juga dirasakan di bagian barat dan tengah Irak.

"Salju telah turun di Baghdad untuk pertama kalinya setelah sekitar seabad sebagai akibat pertemuan dua aliran angin," rilis Departemen Meteorologi Irak. Aliran angin yang dingin dan kering bertemu dengan angin yang hangat dan lembab bertemu di atas wilayah Irak.

Dawood Shakir, Kepala Departemen Meteorologi Irak, seperti dikutip AFP, mengatakan perubahan iklim global mungkin penyebab terjadinya cuaca ekstrim ini. Salju biasa turun di Irak namun hanya di wilayah pegunungan bagian utara yang dihuni suku Kurdi.

Sepanjang sejarah, Kota Baghdad belum pernah diselimuti salju. Akankah suatu saat nanti?

Selengkapnya...

Danau-danau Antartika Simpan Tanda-tanda Perubahan Iklim

Ilmuwan-ilmuwan Inggris sedang mempelajari karakteristik danau-danau yang ditemukan di bawah lapisan es Antartika untuk mencari tanda-tanda terjadinya perubahan iklim.

Sejauh ini, sudah 150 buah danau yang ditemukan di bagian paling selatan Planet Bumi ini. Danau-danau tersebut diyakini menyimpan bukti-bukti terjadinya perubahan iklim dari waktu ke waktu sehingga dapat dipakai untuk mempelajari proses perubahan iklim global saat ini.

Salah satu danau yang menarik perhatian para peneliti adalah Danau Ellsworth. Pengukuran awal menunjukkan bahwa danau tersebut berkedalaman hingga 105 meter.

"Kami tertarik secara khusus terhadap Danau Ellsworth karena danau tersebut telah terisolasi dari permukaan selama ratusan ribu tahun," ujar Martin Siegert dari Universitas Edinburgh, Inggris.

Selain itu, hasil penelitian pendahuluan juga memperlihatkan bahwa air di danau tersebut mungkin saling berhubungan dengan perairan bebas. Pencairan es di sekitarnya mungkin mengalir ke lautan sehingga memicu kenaikan muka air laut.

"Jika survei berhasil dengan baik, tahap berikutnya adalah membuat alat ukur, mengebor ke dasar danau, dan memeplajari sampel airnya," ujar Andy Smith, seorang pakar es kutub dari British Antartic Survey yang memimpin sejumlah ilmuwan Selengkapnya...

Gunung Api di Bawah Es Antartika Pernah Meletus

Gunung berapi yang ditemukan di bawah lapisan es Antartika pernah meletus sangat dahsyat sekitar 2000 tahun yang lalu. Aktivitas vulkanik gunung tersebut mungkin masih berlangsung sehingga ikut mempercepat pelelahan lapisan es di kutub selatan saat ini.

Bukti-bukti terjadinya ledakan ditemukan dari hasil survei geofisika udara yang dilakukan para peneliti dari British Antartic Survei (BAS) tahun 2004-2005. Survei tersebut menggunakan radar yang memetakan seluruh wilayah Antartika dari permukaan hingga ke bawah lapisan es.

Hasil pengukuran menunjukkan daerah anomali yang berbeda dari sekelilingnya seluas 23.000 kilometer persegi. Para peneliti yakin daerah tersebut merupakan lapisan debu, batuan, dan kaca yang berasal dari semburan gunung berapi.

Volume material tersebut mencapai 0,31 kilometer kubik sehingga diperkirakan berasal dari ledakan gunung api dengan kekuatan antara tiga hingga empat skala VEI (Volcanic Explosive Index). Sebagai perbandingan, letusan Gunung St Helen tahun 1980 sekitar 5 VEI dan Gunung Pinatubo, Filipina tahun 1991 berkekuatan 6 VEI.

"Kami yakin ini letusan terbesar di Antartika sepanjang 10.000 tahun terakhir," kata Hugh Corr dari BAS. Peristiwa ledakan vulkanik yang tergolong sangat kuat (cataclysmic) itu mungkin melubangi lapisan es dalam jangkauan yang sangat luas dan memuntahkan abu hingga ketinggian 12 kilometer.

Gunung yang meletus terletak di Pegunungan Hudsons, berada dekat pulau es raksasa Pine yang saat ini mengalami pelelahan sangat cepat.

"Mungkin panas dari gunung yang menyebabkan percepatan pelelahan tersebut," ujar Profesor David Vaughan dari BAS. Namun, menurutnya, panas vulkanik saja tak cukup dan dampak pemanasan global merupakan penyebab utama pelelahan secepat itu.

Aktivitas seismik di wilayah kutub selatan secara umum sebenarnya stabil. Namun, di bagian barat benua Antartika para peneliti menemukan patahan di kerak Bumi yang sesekali memicu pelapasan panas dari aktivitas vulkanik dan panas geotermal yang terasa di tepian benua. Lelehan lapisan es di Antartika Barat berkontribusi menaikkan muka air laut hingga 0,22 milimeter setiap tahun Selengkapnya...

Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta

Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas.

Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.

"Ini adalah akibat pemanasan global," ujar David Vaughan, ilmuwan Survei Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun, peluangnya tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode akhir musim panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.

Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Pecahan bongkah es yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2002 dan 1995. Namun, para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakin sering terjadi akibat peningkatan suhu atmosfer.

"Pecahnya mirip kaca yang dipukul palu," ujar Vaughan. Ia memprediksi beting es Wilkins akan habis dalam 15 tahun ke depan jika tren kenaikan suhu tidak dapat dicegah. Meskipun bagian yang telah hilang dari beting es tersebut baru 4 persen, hal tersebut tetap dapat memicu retakan lebih besar.

Para ilmuwan baru melihat kejadian tersebut sebagai akbat pemanasan global. Pada hal masih ada ancaman berikutnya karena pelelahan es Antartika akan menyumbang terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia Selengkapnya...

Pesawat Kertas Melesat dari Luar Angkasa



Yakinkah Anda bahwa pesawat kertas bisa melesat hingga luar angkasa layaknya sebuah pesawat ulang alik? Kedengarannya mustahil, namun para peneliti Jepang memastikannya sebagai hal yang mungkin.

Bahkan, bukan tidak mungkin kertas akan menjadi bahan baku pesawat antariksa di masa datang. Para ilmuwan dari Universitas Tokyo, Jepang akan menguji peluncuran pesawat kertas pertamanya dari stasiun antariksa internasional (ISS) dan mengamatinya apakah dapat mendarat dengan selamat ke permukaan Bumi.

Pesawat kertas yang akan diterbangkan dari luar angkasa didesain bersama tim dari Asosiasi Seni Pesawat Origami Jepang. Produk seni origami (melipat kertas) sepanjang 20 centimeter itu telah lolos uji coba di lorong angin. Pesawat kecil dari kertas khusus yang dilapisi zat anti-air dan anti-panas itu tahan selama 10 detik di suhu 200 derajat Celcius dan tekanan angin 7 mach atau tujuh kali lipat dari kecepatan suara.

"Pesawat kertas sangat ringan sehingga bergerak perlahan saat udara renggang dan secara bertahap turun," kata Shinji Suzuki, seorang profesor teknik penerbangan di sana, saat memamerkan model pesawat kertas tersebut, Rabu (6/2). Ia sedang mengembangkan perangkat kecil yang akan ditempelkan untuk melacak pergerakannya.

Secara teori, pesawat dari kertas lebih ringan daripada pesawat ulang alik sehingga tidak menghadapi masalah panas karena gesekan udara yang harus dihadapi saat menembus atmosfer. Kertas juga bebas dari deteksi radar. Suzuki dan timnya sedang mempelajari kemungkinan pemanfaatan teknologi dari kertas untuk membangun pesawat antariksa, khsusunya yang tak berawak.

Pesawat kertas pertama akan diluncurkan astronot Jepang yang berangkat ke orbit pada penerbangan tahun ini. Mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendarat ke Bumi dan tidak dapat diprediksi di mana pesawat kertas itu akan mendarat.

"Ia akan menjadi versi antariksa untuk pesan dalam botol. Akan sangat hebat jika seseorang mendapatkannya," kata Suzuki. Jadi, dalam pesawat kertas tersebut akan diberi tulisan 'jika menemukan, silakan kontak kami' dalam berbagai bahasa. Selengkapnya...

Cincin Permata Terkecil Hanya Terlihat di Mikroskop



Saking kecilnya, cincin permata ini hanya dapat dilihat keindahannya melalui mikroskop. Cincin buatan para ilmuwan Universitas Melbourne, Australia tersebut memang bukan untuk hiasan jari, melainkan sebagai komponen komputer masa depan.

Seperti dilaporkan dalam pertemuan Masyarakat Fisika Amerika di New Orleans, AS, beberapa waktu lalu, diameter cincin tersebut hanya 5 mikron dan tebal 300 nanometer. Satu mikron setara dengan sepersejuta meter, sedangkan satu nanometer sama dengan sepermiliar meter). Meski begitu kecil, cincin yang berbentuk lingkaran sempurna ini bakal membuat decak kagum.

Para ilmuwan yang mengembangkannya akan menggunakannya untuk membantu proses komputasi kuantum. Cincin dari bahan permata sekecil itu dapat menghasilkan dan mendeteksi sebuah foton atau partikel cahaya tunggal.

Foton dapat diatur kondisinya dan diterjemahkan menjadi kode 1 dan 0 yang digunakan untuk menyimpan informasi digital saat ini. Bahkan, sebuah foton yang disebut qubit ini, dapat membawa kode 1 dan 0 secara bersamaan sehingga daya simpannya semakain tinggi. Urutan kode-kode itulah yang merupakan paket-paket informasi Selengkapnya...

Standar Satuan Kilogram Akan Didefinisi Ulang



Sejumlah ilmuwan dari berbagai institusi keilmuan sepakat untuk menyiapkan definisi baru bagi standar satuan kilogram. Para ilmuwan berharap dapat menetapkan standar berdasarkan konstanta universal daripada sebuah benda semata.

"Idenya mengganti satu-satunya acuan kilogram dengan sesuatu berdasarkan konstanta fisika, daripada sebua artefak yang bisa rusak sewaktu-waktu," ujar Hy Tran, ketua proyek di Laboratorium Standar Primer di Sandia, beberapa waktu lalu.

Selama ini, standar massa satu kilogram ditentukan berdasarkan sebuah batang campuran platina dan iridium yang disimpan di sebuah museum dekat Paris. Batang logam yang disebut International Prototype Kilogram (IPK) atau Le Grande K ini dibuat tahun 1880-an.

Dari tujuh satuan primer dalam sistem internasional atau SI, kilogram satu-satunya satuan yang masih ditetapkan berdasarkan acuan benda. Akibatnya, duplikat benda yang dibuat setiap kali akan digunakan sebagai acuan tidak mustahil sedikit berkurang atau lebih daripada acuannya.

Dengan mengganti standar satuan dengan konstanta yang pasti, para ilmuwan di seluruh dunai dapat menentukan standar acuan yang akurat. Kilogram sebagai satuan massa tidak akan diubah. Proses perubahan definisi diharapkan dapat diselesaikan pada rahun 2011 Selengkapnya...

Analisis Rambut Bisa Melacak Pelaku Kejahatan

Sejumlah ilmuwan di AS telah sukses mengembangkan metode untuk mengidentifikasi dan melacak perjalanan hidup seseorang dengan menganalisis satu lembar rambutnya. Cara ini mungkin berguna bagi penyelidik kejahatan yang sedang berusaha mengidentifikasi mengidentifikasi satu mayat atau melacak pelaku kejahatan.

Misalnya untuk melacak tempat tinggal pelaku kriminal. Mereka mengatakan keragaman dalam isotop oksigen dan hidrogen yang ditemukan pada rambut dapat dicocokkan dengan kandungan unsur kimia dalam air minum yang dialirkan di wilayah tempat tinggalnya.

"Pada orang yang berambut sangat panjang, anda dapat memperoleh sejarah yang sangat panjang," kata ahli geologi University of Utah, Thure Cerling, yang temuannya disiarkan di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, Senin (25/2). Alat tersebut akan berhasil baik pada contoh rambut yang diambil dari kepala karena rambut tumbuh terus di sana.

Untuk mendukung sistem tersebut, Cerling bersama koleganya, James Ehleringer, seorang profesor biologi University of Utah mengembangkan peta terperinci mengenai perbedaan kandungan isotop oksigen dan hidrogen di berbagai wilayah. Mereka mengukur berdasarkan contoh air keran dari 65 kota besar di Amerika Serikat.

Untuk melakukan itu, Ehleringer mengirim istrinya dan seorang teman untuk melakukan perjalanan darat guna mengumpulkan contoh rambut dan air dari tukang pangkas rambut di berbagai kota kecil di negara bagian selatan, tengah dan barat-daya AS. Sementara, anak-anak Cerling melakukan kegiatan tersebut di bagian utara AS. Mereka hanya mengumpulkan contoh dari berbagai kota besar yang memiliki 100.000 warga atau lebih sedikit lagi guna menjamin bahwa contoh rambut berasal dari penduduk setempat dan bukan wisatawan.

Tanda isotop

Ia mengatakan air minum meninggalkan tanda isotop pada rambut yang tumbuh. Bahkan orang yang minum air botol masih menggunakan air keran untuk membuat kopi atau teh atau memasak kue, katanya. Para peneliti itu mengatakan kandungan isotop dalam air minum bervariasi akibat perbedaan curah hujan dan penguapan regional.

Personil polisi sudah menggunakan alat tersebut guna membantu mengidentifikasi orang yang mungkin menjadi korban pembunuhan. Todd Park, seorang detektif di kantor sheriff Salt Lake County, Utah, mengirimi Ehleringer contoh rambut dari seorang perempuan yang mayatnya ditemukan di dekat Great Salt Lake pada Oktober 2000.

Satu analisis isotop pada rambut korban memperlihatkan ia telah berpindah-pindah ke beberapa negara bagian di Northwest. Para peneliti itu berencana melakukan analisis atas giginya guna mengetahui apakah isotopnya dapat mengungkap di mana ia dibesarkan ketika gigi tersebut terbentuk.

"Setiap sedikit bantuan tentu saja sesuatu yang akan memberi kami potongan teka-teki," kata Park. Metode tersebut telah menarik banyak perhatian dari polisi, tapi Cerling mengatakan alat itu juga dapat digunakan dalam antropologi dan arkeologi.

"Saya juga berpendapat itu akan memiliki penerapan yang menarik dalam pelestarian suaka," katanya Selengkapnya...

Perilaku Hiu Bisa Prediksi Badai

Untuk memprediksi terjadinya badai, perilaku hiu mungkin bisa dijadikan ukuran. Hewan tersebut memiliki kemampuan mendeteksi perubahan tekanan yang sangat baik sehingga diyakini mampu mengetahui prekursor atau pemicu terjadinya badai.

Begitulah kesimpulan tesis Lauren Smith (24), yang segera menyelesaikan program doktor di Universitas Aberdeen. Jika teorinya benar, tanda-tanda badai besar mungkin dapat diprediksi lebih dini sehingga jatuhnya korban jiwa dapat ditekan.

"Saya sangat senang dapat mengeksplorasi bidang ini untuk PhD saya, apalagi ini untuk pertama kalinya bidang ini dipelajari dengan lengkap," ujarnya. Menurutnya masih banyak hal yang harus dipelajari lebih lanjut, namun temuan ini setidkanya menjadi pembuka bagi penelitian-penelitian berikutnya.

Riset yang dilakukan Smith didasari penelitian sebelumnya di Florida yang menunjukkan bahwa anak-anak hiu berpunggung garis menyelam ke dalam perairan lebih dalam di sekitar lokasi terjadinya badai Gabrielle tahun 2001. Untuk mempelajari lebih lanjut, Smith mengamati perilaku hiu di alam dipelajari melalui studi lapangan dilakukan di Stasiun Lapangan Biologi Bimini. Hiu dipasangi alat ukur tekanan, suhu, akustik, dan pelacak GPS pada beberapa hiu lemon.

Penelitian juga dilakukan pada hiu lemon di dalam akuarium khusus Pusat Hyberbarik Nasional di Universitas Aberdeen. Tekanan di ruang akuarium dapat bebas diatur sehingga menyerupai perbahan tekanan yang terjadi di laut dan sekitarnya. Di ruangan tersebut, ia dapat mengamati perubahan perilaku hiu akibat pengaruh gelombang permukaan, perubahan suhu, dan tekanan Selengkapnya...

Makam Kuno Berusia 3000 Tahun Ditemukan di Yunani



Para pekerja pembangunan jalur jalan baru di Yunani tanpa sengaja menemukan makam kuno berusia 3000 tahun. Makam yang berisi tengkorak manusia dan benda-benda peninggalan berharga ini sebagian bangunannya telah rusak.

Bentuknya mirip dengan makam-makam kuno yang tersebar di negara tersebut di era Mycenaea. makma dari era yang berakhir sekitar 1100 sebelum Masehi itu berbentuk kubah. Namun, bentuknya lebih kecil, hanya berdiameter 1,8 meter. Bandingkan dengan makam Atreus yang berdiameter 13 meter dan dari batu.

Meskipun lusinan makam Mycenaea telah ditemukan di daratan dan di Pulau Kreta, makam yang sekilas mirip sarang lebah itu jarang ditemukan di bawah tanah. Makam tersebut berada di bagian barat pulau yang dulu dikenal dengan nama Lefkada di Laut Ionia.

"Ini temuan sangat penting di area tersebut karena sampai sekarang kami tidak memiliki bukti-bukti kekuasaan Myceanea di Lefkada," kata Maria Stavropoulou-Gatsi, yang menggalinya, Rabu (5/3). Ia mengatakan makam tersebut ditemukan tanpa sengaja saat daerah tersebut diratakan dengan buldozer. Di dalamnya ditemukan beberapa kerangka manusia dan gerabah dari tanah di dekatnya, termasuk dua tulang anjing laut.Sebagian arkeolog akan mempelajari apakah makam tersebut merupakan lokasi makam Odysseus, pahlawan Ithaca seperti diceritakan dalam puisi epos karya Homer, penyair kenamaan zaman Yunani Kuno. Namun, masih terlalu dino menyimpulkan bahwa makam tersebut merupakan makam Odysseus. Selengkapnya...

Ditemukan Lagi Fosil Gading Gajah Purba di Patiayam

Selama November 2007 hingga awal Maret 2008, tim Balai Arkeologi Jogjakarta atau BAJ dan sebagian warga menemukan dan menggali beberapa jenis fosil di situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penemuan terbaru berupa dua fosil gading gajah purba (Stegodon trigono chepalus sp) oleh Mustakim (25) dan Karmijan (45), warga Desa Terban.

Fosil pertama berukuran panjang 2,70 meter dengan lingkar pangkal 61 sentimeter dan lingkar ujung 28 sentimeter. Fosil kedua berukuran panjang 2,25 meter, lingkar pangkal 51 sentimeter, dan lingkar ujung 15 sentimeter.

Menurut juru pelihara situs Patiayam, Mustofa, Minggu (9/3), sejak adanya laporan penemuan dua fosil gading gajah, dibutuhkan waktu sekitar empat hari empat malam untuk menjaga lokasi penemuan fosil itu agar tidak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

Selain dua fosil gading gajah, menurut Mustofa, di lokasi yang sama juga ditemukan fosil geraham, tulang paha, tulang bahu, dan beberapa bagian dari fosil binatang purba. Namun, penemuan-penemuan itu masih dibiarkan di lokasi karena takut rusak ketika hendak digali dan diangkat dari dalam tanah.

Kepala BAJ Siswanto menyatakan akan melanjutkan penelitian dan penggalian di sekitar situs. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus Brata Subagya, yang didampingi Kepala Seksi Museum Sejarah Kepurbakalaan Sancaka Dwi Supani, mengatakan akan meningkatkan pengamanan di sekitar situs.Langkah ini dilakukan agar lokasi situs tidak dirusak oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Rusaknya situs bisa menyebabkan hilangnya sejumlah barang berharga serta terganggunya rangkaian penelitian dari fosil-fosil berharga yang ditemukan di sekitar situs tersebut Selengkapnya...

Kerangka Manusia Zaman Besi Ditemukan di London



Beberapa arkeolog telah menemukan empat kerangka manusia di beberapa makam Zaman Besi yang terletak di Taman Olimpiade 2012, London. Makam-makam ini tertimbun di lokasi Aquatics Center.

Empat kerangka manusia itu ditemukan menyusul penemuan sebuah koin Roma, dinding sungai Roma, gudang senjata Perang Dunia II dan sebuah perahu dari abad ke-19 yang digunakan untuk berburu di Sungai Lea yang terhubung dengan sungai Thames di dekat lokasi Olimpiade.

Empat kerangka manusia yang dikumpulkan untuk dipelajari lebih lanjut ini berusia sekitar 3.000 tahun. Kerangka manusia dari Zaman Besi itu dipamerkan Kamis (27/3) ini oleh Olympic Delivery Authority.

"Ini merupakan contoh lain dari arti Olimpiade 2012 yang tidak terbatas dari penyelenggaraan pesta olahraga selama 2 pekan, " kata menteri Olimpiade Inggris Tessa Jowell. "Lebih besar artinya dari sekedar pendidikan, kepentingan dan partisipasi komunitas sebelum, selama dan setelah Olimpiade."

Lokasi Olimpiade 2012 yang saat ini dipadati terutama dengan wilayah industri adalah sebuah lembah sungai terbuka 3.000 tahun lalu. Keempat kerangka tersebut ditemukan di makam terpisah. Pemukim awal London diketahui menetap di wilayah kecil yang bertanah tandus di tepian lembah sungai yang dikelilingi oleh danau dan rawa-rawa. Selengkapnya...

Kawah Misterius Kembali Terekam di Merkurius



Foto-foto terakhir permukaan Planet Merkurius menunjukkan bentuk-bentuk kawah yang mengejutkan. Sebelumnya terlihat kawah seperti laba-laba, kini ditemukan dua kawah baru yang masih menjadi teka-teki para ilmuwan.

Kedua kawah yang dipotret wahana Messenger saat melintasi dekat Planet Merkurius 14 Januari 2008 lalu terlihat dikelilingi halo atau lingkaran gelap. Kawah lainnya bahkan begitu misterius dengan dasar yang mengilap. Diameter terbesar pada salah satu kawah sekitar 64 kilometer.

"Halo-halo ini sungguh menakjubkan," ujar Clark Chapman, salah satu tim peneliti misi Messenger dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, AS. "Kami belum pernah melihat sesuatu seperti ini di Merkurius dan formasinya masih misterius."

Kedua jenis kawah berada di Basin Caloris, salah satu kawasan cekungan raksasa di planet paling dekat dengan Matahari itu. Cekungan seluas ribuan kilometer persegi itu diperkirakan terbentuk miliaran tahun lalu saat Merkurius dihantam sebuah komet atau asteroid.

Chapman berpendapat halo mungkin lapisan material di bawah permukaan cekungan sehingga warnanya berbeda dengan kawah yang permukaannya jauh lebih dalam. Kemungkinan lainnya, halo berasal dari lelehan material yang terkumpul di tepian kawah.

Jika benar, kawah-kawah tersebut mungkin tak berbeda dengan salah satu jenis kawah di Bulan yang diberi nama Tycho. Bedanya, halo di sekeliling Tycho tidak melingkar utuh, sedangkan di Merkurius sangat mudah dilihat.

Sementara bagian mengilap di dasar kawah mungkin es yang terkena sinar Matahari. Namun, hal tersebut bisa dikatakan mustahil karena suhu dasar kawah saat direkam diperkirakan 400 derajat Celcius. Mungkin saja itu adalah material dari permukaan yang memiliki sifat dapat menyala di kegelapan.

"Data-datanya masih dikalibrasi dan dianalisis," ujar Chapman. Jika misteri tersebut tak terpecahkan juga, Messenger diharapkan dapat mengungkap lebih dalam dengan rekaman foto yang akan diambil saat melintas kembali pada Oktober 2008 dan September 2009. Messenger baru akan menempatkan diri pada orbit Merkurius setelah melakukan beberapa kali manuver lentingan Selengkapnya...

Laut Pernah Eksis di Salah Satu Bulan Saturnus

Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Tethys diyakini pernah memiliki laut di bawah permukaannya. Struktur berlembah-lembah di permukaannya yang terlihat di patahn besar permukaannya yang diberi nama Ithaca Chasma saat ini mungkin terbentuk karena aliran air dari bawah yang kemudian membeku.

Mereka memperkirakan retakan raksasa di permukaan Tethys itu terjadi aliran air hangat dari bawah. Namun, air segera membeku karena suhu permukaan yang sangat rendah. Hal tersebut diungkapkan para ilmuwan dalam Konferensi Ilmu Bulan dan Planet-planet ke-39 di Houston, Texas, AS.

Perkiraan tersebut merupakan hasil perhitungan yang dilakukan Errina Chen dan Francis Nimmo dari Universitas California, Santa Cruz, AS. Aliran arus hangat dari bawah merupakan alasan terbesar suhu yang lebih hangat di sekitar patahan raksasa Ithaca Chasma.

Para peneliti berpendapat orbit Tethys terhadap Saturnus awalnya berinteraksi dengan bulan lainnya bernama Dione sehingga terjadi gejolak di bawah kulitnya yang membentuk aliran hangat ke atas. Namun, karena kondisi tertentu, interaksi tersebut terpisah sama sekali dan Tethys terus mendingin.

Pembekuan air di dalamnya memberikan gaya dorong ke permukaan sehingga menyebabkan keretakan. Air diperkirakan pernah berada sekitar 100 kilometer di bawah permukaan, namun, tidak diketahui secara pasti seberapa dalam sebenarnya.

Tethys selama ini dikelompokkan ke dalam objek-objek berlapis es di tata surya yang diperkirakan mengandung kantung air di bawah permukaannya saat ini maupun di masa lalu. Masuk dalam kelompok ini, bulannya Planet Juipter bernama Eropa dan Callisto. Bulan Planet Saturnus lainnya, Enceladus sempat diduga juga memiliki laut Selengkapnya...

Permukaan Mars Mengandung Garam



Perburuan jejak kehidupan di Mars semakin menarik dengan ditemukannya garam di permukannya. Ratusan dataran rendah di planet tersebut terlihat mengandung deposit garam yang mungkin terbentuk sebagai endapan cairan yang menguap.

Tim ilmuwan yang dipimpin Mikki Osterloo dari Universitas Hawaii menemukan deposit klorida setelah mempelajari foto-foto yang direkam wahana Mars Odyssey tahun 2001. Foto-foto beresolusi tinggi direkam kamera THEMIS (thermal emission imaging system) yang dibawa wahana tersebut dan kamera HiRISE yang dibawa Mars Reconnaissance Orbiter.

Dari foto-foto tersebut sejauh ini ditemukan 200 lokasi deposit yang masing-masing selebar kurang dari 26 kilometer persegi. Deposit rata-rata terbentuk di kawasan yang strukturnya terbentuk sekitar 3,8 miliar tahun lalu. Namun, deposit semacam ini kelihatannya sangat biasa dan tersebar di berbagai permukaan Mars.

Penemuan ini mendukung teori bahwa planet tersebut pernah digenangi cairan di masa lalu. Selain itu, ini juga akan menjadi bukti pertama bahwa mineral klorida terdapat di Mars seperti diperkirakan para ilmuwan sejak lama. Mineral seperti itu sangat bernilai karena makhluk hidup tergantung kepadanya.

"Untuk mendukung teori masa lalu yang basah di Mars, saya kira perlu dikirimkan misi pengiriman data langsung dari darat selain instrumen dari orbit," ujar Osterloo. Saat ini di permukan Mars terdapar dua robot kembar penjelajah, Opportunity dan Spirit. Sementara, wahana pengorbit, selain Odyssey, terdapat Mars Reconnaissance Orbiter dan Mars Express Selengkapnya...

Giliran Titan yang Diduga Memiliki Laut



Satu lagi objek langit yang diperkirakan memiliki kandungan air dalam jumlah besar seperti lautan di Bumi. Para ilmuwan NASA memperkirakan air juga tersimpan di dalam perut Titan, salah satu bulan yang mengelilingi Planet Saturnus.

Sebelumnya, air diyakini terdapat di tiga bulannya Jupiter, yakni Europa, Callisto, dan Ganymede. Laporan terakhir, dua bulan Saturnus lainnya, Enceladus dan Tethys juga diperkirakan mengandung air.

Sejauh ini, memang belum ada bukti langsung kandungan air baik di objek-objek langit tersebut termasuk Titan. Namun, hasil analisis rekaman yang dilakukan wahana Cassini yang mendekat objek tersebut menunjukkan bahwa air kemungkinan terdapat pada kedalaman 100 kilometer di bawah permukaannya.

Wahana yang diluncurkan AS dan Eropa itu merekam struktur permukaan Titan menggunakan radar tembus awan tebal. Cassini melakukan 19 kali manuver di sekitar objek tersebut antara Oktober 2005 hingga 2007.

Dari foto-foto yang dikirimkan, para ilmuwan berhasil memetakan 50 objek, seperti danau, lembah, dan gunung di permukaan Titan. Namun, foto-foto terbaru menunjukkan bahwa di beberapa lokasi terjadi perubahan bentuk atau bergerak hingga sejauh 30 kilometer.

Kekuatan angin saja di atmosfer Titan yang sangat tebal tidak terlalu cukup untuk menjelaskan pergeseran ini. Para ilmuwan yang terlibat dalam misi Cassini yakin hal tersebut hanya dapat terjadi jika terdapat air di antara kerak dan intinya.

"Kerak Titan sepertinya begitu mudah bergerak sehingga kami mengaitkannya dengan laut di dalamnya," ujar Ralph Lorenz dari Laboratorium Fisika Universitas John Hopkins yang melaporkan temuan timnya dalam jurnal Science. Lorenz mengatakan, air laut tersebut mungkin beberapa persen amonia karena atmosfernya kaya nitrogen dan unsur hidrokarbon lainnya yang membuatnya bersemu oranye jika dilihat dari kejauhan.

Titan adalah bulan terbesar Planet Saturnus dan bulan kedua terbesar di tata surya setelah Ganymede yang mengelilingi Planet Jupiter. Diameter Titan sekitar 5.120 kilometer atau sedikit lebih besar daripada Planet Merkurius dan Pluto.

"Titan sungguh salah satu yang bentuknya mirip Bumi, bahkan paling mirip, di atta surya--dan mungkin memiliki cuaca seperti di Bumi," ujar Lorenz. Namun suhunya jauh lebih rendah, dan hujan yang turun di permukannya cairan metan, bukan air. Titan telah diketahui mengandung ratusan kali kandungan cairan dan gas hidrokarbon Bumi Selengkapnya...

Ramuan Kehidupan Ditemukan di Enceladus

Bahan-bahan utama pembentuk kehidupan kembali ditemukan di sekitar Planet Saturnus. Wahana Cassini mendeteksi molekul-molekul organik dan air pada semburan di permukaan Enceladus, salah satu bulan planet keenam di tata surya itu.

Semburan berisi campuran gas dan es ditemukan di dekat kutub selatan Enceladus. Saat mengetahui semburan itu pertama kali, para astronom tidak menemukan tanda-tanda tersebut. Namun, saat Cassini melakukan pengukuran langsung 12 Maret 2008 lalu dengan menembus bagian pinggiran semburan tersebut, molekul-molekul organik ternyata ada.

"Uap air merupakan bagian utama. Metan juga ada. Juga karbon dioksida. Ada karbon monoksida. Di sana ada senyawa organik sederhana dan ada senyawa organik kompleks," ujar Hunter Waite, dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, AS. Ia mendeskripsikan semburan tersebut ibarat minuman berkarbonasi yang berisi gas alam.

Material seperti itu mirip dengan komposisi senyawa kimia pada komet yang diyakini sejumlah ilmuwan sebagai objek yang juga membawa material kehidupan. Yang menjadi pertanyaan sekarang, dari mana molekul-molekul organik itu berasal?

"Gas alam berasal dari tubuh makhluk hidup yang membusuk di Bumi. Namun, kita tidak menyimpulkan sama di Enceladus. Kemungkinan lain geokimia di perutnya menghasilkan moekul-molekul organik," kata Waite. Salah satu pendapat yang rasional, semburan tersebut mungkin berasal dari cairan yang hangat di dalam perutnya. Bahkan, bukan tidak mungkin terdapat laut di bawah keraknya. Selengkapnya...

Selasa, 11 Maret 2008

TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu
selepas matinya.

1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang
untuk beramal ibadat di dalamnya.

2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.

3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau
burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang
mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang
tuanya dan beristighfar baginya

8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat
pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.


Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu,
maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)

2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.

3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya. Selengkapnya...

KISAH SEORANG KRISTIAN MASUK ISLAM BERKAT MEMULIAKAN ASYURA'


Alkisah disebutkan bahawa di kota Array terdapat Qadhi yang kaya-raya. Suatu hari
kebetulan hari Asyura' datanglah seorang miskin meminta sedekah.

Berkatalah si miskin tadi,
"Wahai tuan Qadhi, adalah saya seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan
dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan daripada tuan, maka berilah saya sedekah sekadarnya
berupa sepuluh keping roti, lima potong daging dan duit dua dirham."

Qadhi menjawab, "Datanglah selepas waktu zohor!"

Selepas sembahyang zohor orang miskin itu pun datang demi memenuhi janjinya. Sayangnya si Qadhi kaya
itu tidak menepati janjinya dan menyuruh si miskin datang lagi selepas sembahyang Asar.

Apabila dia datang selepas waktu yang dijanjikan untuk kali keduanya itu, ternyata si Qadhi tidak
memberikan apa-apa. Maka beredarlah simiskin dari rumah si Qadhi dengan penuh kecewa.

Di waktu si miskin jalan mencari-cari, ia melintas di depan seorang kristian sedang duduk-duduk di
hadapan rumahnya. Kepada orang Kristian itu si miskin minta sedekah, "Tuan, demi keagungan dan
kebesaran hari ini berilah saya sedekah untuk menyara keluarga saya."

Si Kristian bertanya, "Hari apakah hari ini?"

"Hari ini hari Asyura", kata si miskin, sambil menerangkan keutamaan dan kisah-kisah hari Asyura'.
Rupanya orang Kristian itu sangat tertarik mendengar cerita si peminta sedekah dan hatinya berkenan
untuk memberi sedekah.

Berkata si Kristian, "Katakan apa hajatmu padaku!"

Berkata si peminta sedekah, "Saya memerlukan sepuluh keping roti, lima ketul daging dan wang dua
dirham sahaja."

Dengan segera ia memberi si peminta sedekah semua keperluan yang dimintanya. Si peminta sedekah pun
balik dengan gembira kepada keluarganya. Adapun Qadhi yang kedekut telah bermimpi di dalam
tidurnya.

"Angkat kepalamu!" kata suara dalam mimpinya. Sebaik sahaja ia mengangkat kepala, tiba-tiba
tersergam di hadapan matanya dua buah bangunan yang cantik. Sebuah bangunan diperbuat dari
batu-bata bersalut emas dan sebuah lagi diperbuat daripada yaqut yang berkilau-kilauan warnanya.

Ia bertanya, "Ya Tuhan, untuk siapa bangunan yang sangat cantik ini?"

Terdengar jawapan, "Semua bangunan ini adalah untuk kamu andaikan sahaja kamu mahu memenuhi hajat
si peminta sedekah itu. Kini bangunan itu dimiliki oleh seorang Kristian."


Apabila Qadhi bangun dari tidurnya, iapun pergi kepada Kristian yang dimaksudkan dalam mimpinya.
Qadhi bertanya kepada si Kristian, "Amal apakah gerangan yang kau buat semalam hingga kau dapat
pahala dua buah bangunan yang sangat cantik?"

bersedekah kepada fakir miskin yang memerlukannya pada hari Asyura' itu.

Kata Qadhi, "Juallah amal itu kepadaku dengan harga seratus ribu dirham."

Kata si Kristian, "Ketahuilah wahai Qadhi, sesungguhnya amal baik yang diterima oleh Allah tidak dapat
diperjual-belikan sekalipun dengan harga bumi serta seisinya."

Kata Qadhi, "Mengapa anda begitu kedekut, sedangkan anda bukan seorang Islam?"

Ketika itu juga orang Kristian itu membuang tanda salibnya dan mengucapkan dua kalimah syahadat
serta mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W. Selengkapnya...

AL-QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua
mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang
kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?"
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun
malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?"

Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.
Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan
mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar
dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi
ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an." Selengkapnya...

Sabtu, 01 Maret 2008

490 views

Feb 05

PERINGATAN !!! Jangan hanya membaca judulnya saja. Baca isi, atau paling tidak kesimpulannya.

“Tuntutlah ilmu, walaupun ke negeri Cina”

china-map-flag(HR. Ibnu Addi dalam Al-Kamil (207/2), Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (2/106), Al-Khathib dalam Tarikh Baghdad (9/364), Al-Baihaqiy dalam Al-Madkhol (241/324), Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ (1/7-8), dan lainnya, semuanya dari jalur Al-Hasan bin ‘Athiyah, ia berkata, Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman telah menceritakan kami dari Anas secara marfu’)

Kita sudah sangat sering mendengarkan kalimat diatas dari cermah ataupun khutbah Jumat. Tidak sedikit “da’i” yang menyatakan kalimat tersebut merupakan ucapan Rasulullah.

Tapi tahukah anda bahwasannya menurut ahli hadis kalimat itu bukan berasal dari sabda Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam.

Ini adalah hadits dhaif jiddan (lemah sekali), bahkan sebagian ahli hadits menghukuminya sebagai hadits batil, tidak ada asalnya.

Ibnul Jauziy –rahimahullah- berkata dalam Al-Maudhu’at (1/215) berkata, ‘’Ibnu Hibban berkata, hadits ini batil, tidak ada asalnya’’.

.

Syaikh Al-Albaniy –rahimahullah- menilai hadits ini sebagai hadits batil dan lemah dalam Silsilatul Ahaadiits Adh-Dha’iifah jilid I nomor hadits 416.

Ibnu Hibban berkata, “Hadis tersebut bathil, tidak bersumber (dari Nabi Sallahu alaihi wassalam) sama sekali. Hadis di atas disebutkan di hadapan Imam Ahmad lantas beliau mengingkari dan membantah keras hal tersebut.”

As-Suyuthiy dalam Al-La’ali’ Al-Mashnu’ah (1/193) menyebutkan dua jalur lain bagi hadits ini, barangkali bisa menguatkan hadits di atas. Ternyata, kedua jalur tersebut sama nasibnya dengan hadits di atas, bahkan lebih parah. Jalur yang pertama, terdapat seorang rawi pendusta, yaitu Ya’qub bin Ishaq Al-Asqalaniy.
Jalur yang kedua, terdapat rawi yang suka memalsukan hadits, yaitu Al-Juwaibariy. Ringkasnya, hadits ini batil, tidak boleh diamalkan, dijadikan hujjah, dan diyakini sebagai sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Diriwayatkan dari Abu al-’Atikah : Pada sanad hadith ini adanya Abu al-’Atikah yang tidak dikenali, dan tidak ada bagi hadith ini asal-usulnya. (al-Bazzar di dalam al-Bahr al-Zukhar)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Batil, tidak ada asal baginya (Ibn Hibban di dalam al-Majruhin)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah. : Dengan sanad ini ianya Batil, terdapat Ahmad al-Juwaibari dia adalah seorang pemalsu hadith. (Ibn ‘Adiy di dalam al-Kamil fi al-Dhu’afa’)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Matannya masyhur dan isnadnya dhoif, ia diriwayatkan juga dari beberapa bentuk, semuanya dhoief/lemah. (al-Baihaqi di dalam Sya’b al-Iman)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Di dalam sanadnya ada Abu ‘Atikah Torif bin Salman, sangat mungkar hadith. (Ibn al-Qaisarani di dalam Tazkirah al-Huffaz)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Diriwayatkan melalui dua sanad, kedua-duanya dhoief. (Ibn al-Qaisarani di dalam Dakhirah al-Huffaz)

Ibn al-Jauzi di dalam al-Maudhu’aat : Tidak sahih.

al-Sakhawi di dalam al-Maqasid al-Hasanah : Lemah.

al-Zarqani di dalam Mukhtasar al-Maqasid : Lemah.

.

al-’Ajluni di dalam Kasyf al-Khafa’ : Lemah.

al-’Ajluni di dalam Kasf al-Khafa’ : Di dalamnya ada pendusta

Bagaimanapun juga, dalam setiap situasi dan kondisi, cukuplah kiranya berpedoman pada sekian banyak nash-nash (dari Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam) yang memberikan semangat dan motivasi untuk menuntut ilmu serta keutamaan dalam meraihnya. Sebagaimana halnya sabda Rasulullah Salallahu alaihi wassalam yang berbunyi :

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim”

HR. Ibnu Majah no. 220 dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Dan diriwayatkan oleh sekelompok ahli ilmu, diantara mereka adalah Ath-Thabrany, Al-Khatib, Al-Baihaqy dan lainnya, dari riwayat Anas, Ibnu Sa’id dan yang lainnya — Semoga Allah senantiasa meridhai mereka.

Begitu juga sabda Rasulullah yang berbunyi :

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu di dalamnya, maka Allah akan menuntunnya menuju jalan di antara jalan-jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat akan mengepakkan sayap-sayap mereka untuk sang penuntut ilmu, karena ridha (terhadap apa yang ia perbuat). Dan sesungguhnya, orang yang berilmu itu akan dimohonkan apapun oleh seluruh penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan di perut laut. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah, adalah bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas seluruh bintang-bintang di angkasa. Sesungguhnya para ahli ilmu (ulama) adalah pewaris Nabi. Dan sesungguhnya, para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan juga dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu semata. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sejatinya ia telah mengambil bagian yang banyak.”
(Hadis sahih : diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), At-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no.223), dan Ibnu Hibban (no.80 al-Mawaarid), lafadz ini milih Ahmad, dari Sahabat Abu Darda’ radhiyallaahu’anhu.)

Kesimpulan :

Kalau ada yang Sahih (sah) mengapa pakai yang dhoif (lemah) ?
Bolehlah kita memberi nasihat tuntutlah ilmu setinggi2nya, tuntutlah ilmu sampai ke ujung dunia, ke Cina, Jepang, dll. Tapi tidak boleh mengatasnamakan hal tersebut berasal dari Rasulullah Sallahuallaihi Wassalam.

Wallahua’lam bishowab.

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/tuntutlah-ilmu-ke-cina-bukan-sabda-rasulullah/

Selengkapnya...

Feb 17

finger Alkisah disebuah kerajaan, ada seorang raja yang mempunyai kegemaran berburu, suatu hari ia ditemani oleh penasehat dan pengawalnya untuk pergi berburu. Saat berburu terjadi kecelakaan,karena kurang hati-hati, jari kelingking kaki raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam. Raja bersedih, dan meminta pendapat dari penasehatnya. Penasehatnya menghibur dengan kata-kata yang manis, tapi raja tetap bersedih. Akhirnya sang penasehat mengatakan “Fang Tsu Gang Ji (apapun yang terjadi patut disyukuri)”. Mendengar ucapan si penasehat, raja jadi marah. “Kurang ajar, kena musibah bukannya dihibur malah disuruh bersyukur”. Raja lalu memerintahkan untuk menghukum penasehatnya selama 3 tahun penjara.

Hilangnya kelingking tidak menghentikan kegemaran raja untuk berburu, Suatu hari raja beserta penasehat barunya dan rombongan berburu lagi ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehat tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba dihadang oleh suku primitif, mereka berdua ditangkap dan akan dijadikan korban persembahan kepada para dewa. Keduanya lalu dimandikan. Saat raja dimandikan, ketahuan bahwa ada jari kelingking yang tidak lengkap, alias cacat. Raja ditendang dan dibebaskan begitu saja. Lalu raja bersusah payah kembali ke istana.

Setibanya di Istana, segera memerintahkan membebaskan penasehatnya dari penjara. “Penasehatku, aku berterima kasih kepadamu, nasehatmu ternyata benar, Fang Tsu Gang Ji, apapun yang terjadi patut disyurkuri, karena hilangnya jari kelingkingku waktu itu, membuatku hari ini aku pulang dengan selamat”. Kemudian rajapun menceritakan kisahnya dengan lengkap. Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru pensehat berlutut sambil berkata “Terima kasih baginda, saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya, karena jika tidak mungkin yang dipersembahkan untuk dewa oleh suku primitif tersebut adalah saya”.

Sama halnya dengan proses kehidupan kita. Tidak mungkin berjalan mulus seperti kehendak kita. Karena kita dihadapkan dengan kenyataan hidup, berupa musibah, penyakit, kegagalan, bencana alam, penipuan, fitnah, dll. Dalam kenyataan kita sebagai manusia, kita tidak mampu memecahkan misteri ini dengan mengandalkan pikiran kita semata. Jika kita tidak mampu menerima apa yang memang tidak mampu kita rubah, maka kita akan menderita secara mental dan berkepanjangan. Tapi kalau kita bisa menerima secara apa adanya, apalagi bisa bersyukur akan musibah itu, maka beban mental akan jauh lebih ringan. Dan yang pasti perlu kita yakini, disetiap musibah selalu ada hikmah yang kita dapatkan.

Fang Tsu Gang Ji, Apapun yang terjadi patut disyukuri.

Ditulis ulang dari CD Audio oleh Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/apapun-yang-terjadi-patut-disyukuri/

Sumber : 10 Wisdom Success, Andrie Wongso

Selengkapnya...

 

counter

Recent Comment

Recent post