English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

rss

Satu Ayat

About Me

Foto saya
hello semuanya.. selamat datang di blog ku yang pertama..!!! kalo kalian kunjungi blog ku.."jangan lupa kasih komentar yaa.." ehm yang banyak link tentang komputer....,tukeran yuxx...,bagi - bagi informasi gtu... hohohooho

Kamis, 03 Juni 2010

LIPI Temukan Anggrek Terkecil di Dunia


Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Destario Metusala menemukan anggrek dari genus Oberonia sp. Anggrek berukuran 1,1 -1,5 milimeter ini merupakan yang terkecil di dunia. "Selama ini anggrek terkecil di dunia ada di Ekuador dengan ukuran 2 mm - 2,1 mm," kata Destario Metusala, Sabtu (29/5).

Dengan penemuan ini, kata Destario, dapat diklarifikasi bahwa untuk sementara ini rekor anggrek terkecil di dunia telah dikalahkan. Namun, dia tidak dalam posisi mengklaim Oberonia sp sebagai anggrek terkecil di dunia. Sebab, hal itu perlu kajian ilmiah lebih dalam lagi. "Tetapi paling tidak, sementara ini kita dapat berbangga. Anggrek Indonesia telah menggeser posisi anggrek Ekuador yang sebelumnya diklaim sebagai anggrek paling kecil di dunia," kata Destario.
Destario menambahkan, anggrek yang diperoleh dalam eksplorasi di Kepulauan Mentawai memang kurang memiliki nilai komersial di kalangan penggemar anggrek. Namun, dari sudut pandang botani, anggrek itu memiliki nilai pengetahuan yang tidak ternilai.

Dari pengamatan mikroskop, anggrek Oberonia sp memiliki bunga berwarna jingga terang. Rangkaian bunga disusun atas ratusan kuntum bunga yang tersusun teratur dalam pola spiral. "Sangat tidak menutup kemungkinan akan ditemukan anggrek dengan ukuran yang lebih kecil, mengingat masih banyak spesies Oberonia sp di Indonesia yang belum diteliti," ujar Destario.

Sumber :
http://www.liputan6.com
Selengkapnya...

Setelah 81 Tahun Akhirnya Rafflesia Patma Mekar


Bunga bangkai (Rafflesia patma), Rabu (2/60, mekar untuk pertama kalinya sejak 81 tahun terakhir di Kebun Raya Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat.

Peneliti Kebun Raya Bogor Sofie Mursidawati mengatakan bahwa tumbuhan endemik Jawa Barat ini berhasil tumbuh di luar habitat aslinya (eks situ). Sofie memulai penelitiannya pada tahun 2004 untuk mengembangkan Rafflesia patma dengan mengambil inang tumbuhan Tetrastigma (jenis anggur-angguran) di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.

Bunga Rafflesia patma yang merupakan kerabat dekat Rafflesia arnoldii itu terakhir mekar di Kebun Raya Bogor tahun 1929. Bunga ini tumbuh dengan diameter 30 cm, memiliki lima kelopak berwarna jingga muda agak pudar dari warna aslinya. Pertumbuhan Rafflesia menjadi incaran peneliti dalam dan luar negeri karena sifat hidupnya yang misterius dan langka. Sofie mengatakan, peneliti Indonesia dan Malaysia berlomba-lomba dalam penelitian terkait Rafflesia. "Mekarnya bunga bangkai ini di Kebun Raya Bogor menjadikan Indonesia sebagai patokan utama dalam penelitian terkait bunga langka ini," katanya.
Saat ini kelima kelopak bunga Rafflesia patma belum mekar penuh. Menurut Sofie, ada 10 calon bunga Rafflesia Patma di Kebun Raya Bogor. Tiga di antaranya sudah mati, satu calon bunga mekar pada Rabu (2/6). "Masih ada enam calon bunga yang ditunggu proses mekarnya," katanya. Informasi mengenai mekarnya Rafflesia patma ini menarik minat pengunjung KRB, namun pihak KRB belum mengizinkan pengunjung untuk melihat bunga bangkai tersebut karena perkembangannya masih akan terus diawasi dengan ketat.

"Lagipula lokasi tumbuhnya bunga langka ini di kawasan pembibitan yang bukan merupakan kawasan umum. Jumlah pengunjung yang bisa melihat dibatasi karena dikhawatirkan mengganggu pertumbuhannya," kata Sofie. Rafflesia patma merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Bunga langka ini hanya mekar selama sekitar satu minggu setelah itu layu.

Sumber :
http://www.liputan6.com
Selengkapnya...

Telepon Rumah Berteknologi Layar Sentuh


Terobosan terbaru lahir dari Telstra yang menciptakan telepon rumah dengan teknologi layar sentuh. Teknologi ini menggabungkan antara fungsi telepon rumah tradisional dan aplikasi jenis mobile.

T-Hub, demikian sebutan telepon layar sentuh itu, memiliki perangkat nirkabel seperti iPad yang memungkinkan penggunnya untuk melakukan panggilan telepon, penggunaan Facebook, mengirim pesan teks, memutar musik, internet radio, dan melihat foto digital.

Untuk bisa memiliki telepon layar sentuh ini, Anda harus mengeluarkan kocek sebesar Rp2,9 juta. Namun sebelum Anda dapat menggunakan T-Hub, konsumen terlebih dahulu harus mendaftar ke layanan dan internet telepon.
Teknologi itu dibuat lantaran penggunaan telepon rumah menurun 10 persen, karena konsumen beralih pada ponsel atau layanan internet. Lebih dari 153.000 pelanggan memutus telepon rumah Telstra dalam enam bulan terakhir.

"Dengan layar sentuh, akan membantu membalikkan angka penurunan tersebut," kata juru bicara Telstra, Scott Moorhen.

Sumber :
http://www.liputan6.com
Selengkapnya...

Keragaman Wisata di Palembang


Palembang, Sumatra Selatan mempunyai potensi yang besar sebagai tempat tujuan wisata. Selain pemandangan alam yang indah, Kota Pempek ini punya situs purbakala, museum, dan kawasan kerajinan. Ditambah lagi Sungai Musi yang membuat daerah ini dijuluki sebagai "Kota Wisata Air" yang bisa disejajarkan dengan Bangkok (Thailand) dan Pnomh Penh (Kamboja).

Berlibur ke Palembang tidak afdol jika melewatkan pemadangan di Pagar Alam. Daerah yang terletak di sebelah barat daya Palembang ini kaya akan wisata alam. Puluhan air terjun tersebar di kawasan yang dikelilingi oleh pegunungan ini. Salah satu air terjun di Pagar Alam yang paling besar adalah Lematang Indah. Tinggi air terjun ini sekitar 70 meter.
Lematang Indah begitu mudah dijangkau karena ada di tepi jalan antara Lahat dan Kota Pagar Alam. Keindahan panorama di kawasan ini menjadi makin menawan karena dilalui jalan yang berliku-liku dengan tikungan. Bagi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat dan merasakan cipratan air terjun harus menuruni tangga batu yang curam.

Tak kalah menarik adalah Gunung Dempo. Gunung ini indah menjulang tegak menggapai langit jika dilihat pada pagi hari. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang tak peroleh di kota-kota besar. Temperatur udara sangat sejuk dan dingin. Tak jauh berbeda dengan suasana di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Tempat yang juga banyak dikunjungi wisatawan adalah Benteng Kuto Besak. Ide mendirikan benteng ini diprakarsai Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada 1724 hingga 1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin. Tempat ini mulai dibangun pada 1780 yang pengawasannya dipercayakan pada orang Tionghoa.

Menurut cerita, semen perekat bata mempergunakan batu kapur dengan putih telur. Pengunjung akan melihat meriam di pelataran museum. Sebelumnya empat meriam itu terdapat di tiap sudut benteng yang berbentuk segi empat. Sementara di dalamnya, terdapat batu prasasti, makam Ario Dillal, meriam tangan, dan tempat pelaminan yang dicat dengan warna emas.

Sementara wisatawan yang ingin melihat kerajinan masyarakat setempat dapat mengunjungi kawasan Tangga Butung. Di sini, banyak perajin songket. Menurut salah seorang perajin, untuk membuat satu songket dibutuhkan sekitar dua bulan. Tak aneh jika harga songket mahal. Paling murah adalah Rp 800 ribu sementara yang paling mahal bisa mencapai Rp 50 juta.

Pulau Kemaro juga tak boleh dilewatkan saat berlibur di Palembang. Nama pulau yang terletak di hilir Sungai Musi ini diambil dari kata kemarau yang artinya tak pernah digenangi air. Di pulau ini terdapat sebuah Vihara Hok Ceng Bio. Ribuan warga Cina berkunjung ke pulau Kemaro untuk sembahyang atau berziarah. Tak hanya umat Buddha dalam negeri, yang datang ke klenteng ini juga dari negara tetangga.

Di tempat ini juga ada makam Siti Fatimah dan Tan Po Han. Menurut cerita, Siti Fatimah yang merupakan putri Raja Palembang dilamar pangeran dari Cina, Tan Po Han. Sang Putri meminta syarat disediakan sembilan guci berisi emas sebelum menikah. Tan Po Han menyanggupi permintaan itu. Dia pun mengambil emas dari negerinya.

Selama perjalanan ke Palembang, sembilan guci ditutupi dengan sayuran untuk mengelabuhi para perampok. Sampailah guci-guci itu dengan selamat. Namun Tan Po Han kaget karena bukannya emas yang ada di guci itu melainkan sayuran. Dia marah dan melemparkannya ke Sungai Musi. Saat guci terakhir akan dibuang, dia terempas dan guci pecah. Dia bertambah kaget ternyata ada emas di dalam guci itu.

Tan Po Han sangat menyesal dengan tindakan bodohnya itu. Dia pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Musi. Siti Fatimah yang melihat kejadian itu pun ikut terjun ke sungai. Namun sebelumnya, Sang Putri berpesan jika ada tanah yang tumbuh di sekitar Sungai Musi itu adalah kuburannya dengan Tan Po Han.

Terakhir, yang tak boleh dilewatkan saat ada di Palembang adalah Jembatan Ampera. Lokasi ini sangat ramai oleh pengunjug saat malam hari. Apalagi saat malam Minggu. Selain menikmati deburan ombak air sungai, pengunjung yang kebanyakan berpasang-pasangan ini bisa makan di restoran terapung yang menyediakan berbagai makanan khas Palembang.

Jembatan Ampera telah menjadi lambang daerah karena terletak di tengah-tengah kota. Jembatan yang dibangun 1962 ini menghubungkan daerah Sebrang Ulu dan Sebrang Ilir. Dulu jembatan yang terbuat dari beton ini dapat diangkat kalau ada kapal besar yang akan lewat. Panjang jembatan sekitar 1.100 meter dan ditanam sedalam 70 meter.

Sumber :
http://www.liputan6.com
Selengkapnya...

Pilih Menu Ponsel, Cukup Kedipkan Mata


Liputan6.com, Dartmouth: Lupakan telepon seluler atau ponsel manual dengan layar sentuh ataupun pengendali suara. Baru-baru ini, sebuah tim peneliti dari Universitas Dartmouth di Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat, sedang mengembangkan perangkat buat telepon genggam dengan menggunakan eye track atau tidak memerlukan tangan untuk memakainya.

Tim peneliti yang dipimpin Profesor Andrew Campbell sedang merancang algoritma baru tentang pembelajaran untuk mengidentifikasi gerakan mata seseorang di bawah kondisi yang berbeda.

Pertama, Anda harus mengkalibrasi sistem dengan memotret mata Anda baik di dalam maupun luar ruangan. Selama tahap pembelajaran, perangkat lunak dilatih untuk mengenali gerakan mata di berbagai situasi pencahayaan.
Dalam penelitian terhadap Nokia N810 tablet, EyePhone melacak posisi mata si pengguna yang relatif berada di depan layar, bukan melacak ke arah mana mata sedang memandang. Kemudian software atau perangkat lunak ini membagi bingkai kamera menjadi sembilan daerah dan mencari letak mata di salah satu daerah tersebut.

Pengguna harus mengatur telepon sehingga kotak "kesalahan virtual" ini terletak di sekitar matanya. Sistem dapat mengenali mata asalkan tetap berada di kotak ini. Berkedip sama saja dengan dengan satu klik pada mouse atau tetikus, sehingga memungkinkan pengguna memilih aplikasi.

Rencananya, tim tersebut akan mempresentasikan temuan mereka dalam sebuah lokakarya di New Delhi, India. Tepatnya pada Agustus mendatang.

Sumber :
http://www.liputan6.com
Selengkapnya...

Rabu, 02 Juni 2010

Sinyal Ponsel Bisa Bahayakan Lebah Madu


NEW DELHI - Ponsel yang berkembang di masyarakat ternyata bisa menyebabkan penurunan tajam dari populasi lebah madu. Sebab sinyal dalam ponsel menyebabkan radiasi pada koloni Lebah.

Para peneliti India yang berasal dari University of Punjab telah melakukan sejumlah uji coba dengan memasang salah satu dari dua sarang dengan dua ponsel yang dinyalakan selama 15 menit selama dua kali sehari. Sedangkan sarang yang lainnya ditaruh ponsel mainan atau dummy.

Setelah tiga bulan, mereka menemukan bahwa jumlah lebah dalam sarang yang dilengkapi dengan ponsel telah jatuh secara dramatis. Lebah Madu berperilaku aneh, ada lebih sedikit telur, dan tidak menghasilkan madu.
Perubahan perilaku lebah serupa telah diamati di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Koloni dari lebah-lebah tersebut hanya meninggalkan sarang, tidak pernah kembali. Fenomena ini dikenal sebagai koloni gangguan yang menyebabkan keruntuhan.

"Biasanya runtuhnya koloni sebelumnya disebabkan oleh virus, parasit, pestisida, menggunakan tanaman rekayasa genetik dan perubahan iklim," kata para peneliti, seperti dilansir Times of India,

"Laporan seperti runtuhnya koloni di alam di negara-negara berkembang seperti India, karena radiasi elektromagnetik (EMR) berbasis teknologi relatif baru bahkan cendrung tidak ada. Tapi, hal ini dimungkinkan bahwa EMR yang berlaku di negara-negara maju mempengaruhi populasi lebah di negara tersebut," tambahnya

Dari hasil penelitian tersebut, para ilmuwan di India menyimpulka, "Kami beruntung bahwa lonceng peringatan sudah berbunyi dan hal itu bagi kita dapat digunakan merencanakan strategi yang tepat untuk menyelamatkan bukan hanya lebah, tetapi hidup dari efek buruk tersebut,"

Sumber :
http://techno.okezone.com/read/2010/06/02/56/338703/sinyal-ponsel-bisa-bahayakan-lebah-madu
Selengkapnya...

Google Akan Rilis Web TV


Beberapa waktu lalu, terdengar rumor bahwa Google tengah persiapkan bisnis baru, sebuah TV berbasis Android. Dengan teknologi ini, Google bakal menyatukan web dengan TV.

Teknologi bernama Google TV ini mengusung konsep streaming TV berbasis web, termasuk kemampuan aplikasi penjelajah web, dengan TV ukuran besar yang siap dinikmati di ruang keluarga. Selain itu, perangkat Google TV juga terhubung secara langsung dengan pesawat televisi dan perangkat lain seperti pemutar Blu ray.

Kabarnya pengguna dapat mengakses fungsi-fungsi internet seperti pencarian online, maupun memutar video YouTube. Juga ada aplikasi web untuk game, jejaring sosial serta Google Wave. Dengan ini bentuk komunikasi via internet, sharing foto, video atau peta dapat dinikmati melalui sebuah TV.
Sebuah Metamorfosis HDTV menjadi sebuah terminal web raksasa, kini tengah digodok matang-matang oleh Google. Dengan ini, Google bakal bersaing dengan pelaku industri internet streaming TV lain seperti Netflix, VUDU, atau Apple TV.

Raksasa mesin pencari itu akan bermitra dengan Intel, Sony, dan Logitech. Mungkin inilah produk televisi pertama yang menggunakan 'otak' Intel Atom.

Google TV juga bakal menggunakan sistem operasi Android serta teknologi Longitech dan Sony. Televisi Layar sentuh ini juga akan dilengkapi keyboard sehingga memudahkan pengguna berselancar di dunia maya.

Kapan saatnya tiba? Tunggu saja hasil konferensi Google bertajuk 'Google I/O conference', yang digelar 19-20 Mei mendatang di San Fransisco. Sekitar 3.000 pengembang bakal berkumpul di sana.

Sumber :
http://www.ketok.com
Selengkapnya...

Google Hindari Penggunaan Microsoft Windows?


Microsoft rupanya akan kehilangan satu perusahaan yang menjadi pelanggannya, Google. Perusahaan mesin pencarian itu mengatakan akan secara bertahap melepaskan diri dari ketergantungan terhadap sistem operasi Windows.

Menurut sumber Financial Times di Google, keputusan untuk melepaskan diri dari kekang Windows OS datang dari peristiwa hacking yang terjadi dalam kurun beberapa waktu ini, khususnya saat terjadi aksi hack di Google China.
"Akibat aksi pembobolan Google mail di China oleh hacker, perusahaan akhirnya memutuskan untuk mengganti OS Windows dengan OS Apple Mac atau Linux sekalian," jelas karyawan Google yang tidak bisa disebutkan namanya.

Diprediksi perusahaan keamanan jaringan McAfee, aksi cyber attack yang menimpa Google dan perusahaan lain dikarenakan hacker telah menemukan kelemahan di tubuh Microsoft Internet Explorer yang memiliki hubungan langsung dengan OS Windows. Bahkan kelemahan ini ditemui di hampir semua versi Windows.

"Untuk mengantisipasi keamanan, kami diperintahkan untuk tidak lagi menggunakan Windows. Untuk mendapatkan perangkat berbasis Windows, kami membutuhkan ijin langsung dari chief information officer (CIO)," ujar karyawan Google yang lain.

Sayangnya, saat dikonfirmasi oleh Reuters, Google menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

"Kami selalu berupaya untuk meningkatkan performa dan efisiensi bisnis kami, tapi kami tidak mau berkomentar untuk masalah operasional perusahaan," ujar pihak Google.

Saat ini, sembilan dari 10 komputer personal dijalankan dengan menggunakan Microsoft Windows. (Okezone/Reuters)

Sumber :
http://www.ketok.com
Selengkapnya...

jBatik Mobile, Membatik dengan Ponsel


Bandung – Setelah sukses meluncurkan software jBatik v 2.0, Pixel People Project kembali meluncurkan software untuk mendesain batik. Kali ini dalam versi mobile.

Softwarebernama jBatik Mobile ini bisa diinstal ke semua jenis ponsel yang berbasis Java. Dengan ukuran file sebesar 800 kilobyte, software ini bisa memenuhi kebutuhan orang untuk mendesain batik kapan saja dimana saja.

Seperti dituturkan oleh Nancy Margried, Head of Business and Publication Pixel People Project, di sela-sela Open Lab Exhibition di Jabar Craft Center, Jalan Ir Djuanda No 19 salah satu alasannya mengeluarkan versi mobile untuk software jBatik adalah untuk mendekatkan batik kepada generasi muda.“Kita bisa membuat batik di ponsel. Ini adalah jawaban bagi semua yang tertarik dengan batik dan memiliki ponsel. Selain itu juga kita bisa mendekatkan batik dengan generasi muda,” tuturnya, Jumat (11/12/2009).

Nancy juga menambahkan, jBatik Mobile adalah satu-satunya aplikasi untuk membuat batik di dunia. Oleh karena itu ia optimistis bahwa aplikasi ini dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya untuk pembuat batik, desainer ataupun programer.

“Software ini langka dan untuk aplikasi mobile jarang yang tentang desain. Selama ini kebanyakan adalah game. Jadi ini adalah satu-satunya aplikasi mendesain batik di ponsel,” tambahnya.

Untuk mendapatkan jBatik Mobile bisa diunduh di situs resmi milik mereka di www.batikfractal.com.

“Sekali download akan dikenakan biaya Rp 20 ribu. Bisa diinstal di semua jenis ponsel berbasis Java,” katanya.
Batik fractal adalah motif batik tradisional yan ditulis kembali dalam rumus matematika yang bernama Fractal. Hasil desain ini kemudian diaplikasikan ke atas kain dengan teknik batik tradisional, baik menggunakan cating ataupun cap. Inovasi batik fractal telah dipatenkan melalui Direktorat Jendral HAKI.

Sumber :
pmdkduaonline.wordpress.com
Selengkapnya...

Selasa, 01 Juni 2010

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi Terhadap Tubuh Kita



Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Memang enak ya kalau kitaberada di lungkungan yang ada wi-fi nya(seperti sekolah saya). Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?
Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: "Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

"Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama."

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.
"Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave."

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.
Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.
"Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: "Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

"Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh," tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

Sumber :
www.artikelbebasku.co.cc
Selengkapnya...

Mug Kopi + Riset = Mempertahankan suhu



Beginilah jadinya jika mug atau cangkir kopi mendapat sentuhan teknologi. Para peneliti di Fraunhofer Institute, Jerman, mengembangkan sebuah cangkir yang sempurna untuk para penggemar kopi. Sebenarnya cangkir ini bisa juga digunakan untuk minuman lain seperti teh. Ya.. tergantung selera deh..

Sempurna?? mengapa cangkir ini disebut sempurna?? Inilah jawabannya. Cangkir ini mampu mempertahankan panas suatu cairan yang berada didalamnya pada suhu yang optimum, yakni 58 derajat celcius. Kemampuan menahan panas ini bertahan hingga 20-30 menit. Ya, cukuplah untuk memberi waktu kepada anda meminum kopi sambil membaca headline koran hari ini.Cangkir ini dibentuk dari lembaran labia almunium yang berputar dan dilapisi dengan keramik pada bagian luarnya. Ruang diantara labia almunium tersebut diisi dengan PCM (Phase Changing Material – sebuah material yang dapat berubah wujud). Material PCM inilah yang bertugas mempertahankan suhu cairan yang berada pada cangkir.
PCM ini akan berubah wujud menjadi cair jika menyerap panas (seperti gel rambut yang mencair jika dipanasi). Tentunya saat kopi pertama kali dituang suhunya masih sangat panas, bukan? nah, kelebihan panas inilah yang diserap oleh si PCM. Setelah kopi yang dimasukkan ke cangkir mulai mendingin, material PCM akan kembali berubah wujud menjadi solid dan perlahan akan melepaskan panas yang tadi diserapnya.

Bagusnya lagi, PCM ini tidak membutuhkan energi tambahan (misal dari listrik) untuk menjaga panasnya. Energinya diperoleh dari pengembilan dan pelepasan panas yang ia lakukan.

Karena belum diproduksi secara masal, cangkir kopi ini masih belum dibandrol berapa harganya. Ya, mungkin untuk produk pertama masih akan sangat mahal.

Ya, kalau saya sih mendingan beli kopi aja yang banyak daripada beli mug yang mahal ini, maklumlah insting anak kos.. hehehehe

sumber :
http://shirogadget.com/
Selengkapnya...

Ukuran Penggaris ini adalah 2GB dan 5 Inchi

Jika anda menilai variabel dari penggaris mungkin anda hanya akan menyebutkan beberapa satuan panjang seperti meter, inchi, atau centimeter. Tapi penggaris ini beda. Karena anda juga harus mengukur kapasitas penyimpanannya. Yup, penggaris ini juga berfungsi sebagai flashdisk untuk menyimpan data.

Kapasitas penyimpanannya adalah 2GB, sedangkan untuk panjangnya tersedia dalam 15 cm atau sekitar 5 inchi.

Tertarik? siapkan $ 35,99 untuk membelinya di AudioCubes.com



sumber :
http://shirogadget.com/
Selengkapnya...

 

counter

Recent Comment

Recent post