English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

rss

Satu Ayat

About Me

Foto saya
hello semuanya.. selamat datang di blog ku yang pertama..!!! kalo kalian kunjungi blog ku.."jangan lupa kasih komentar yaa.." ehm yang banyak link tentang komputer....,tukeran yuxx...,bagi - bagi informasi gtu... hohohooho

Kamis, 17 Februari 2011

Mengapa Manusia Gemetar Saat Kedinginan?

Saat udara menjadi dingin, tubuh manusia akan gemetar. Berikut penjelasan mengapa tubuh manusia gemetar saat kedinginan.

Tubuh manusia membutuhkan suhu inti 36,9 derajat Celsius untuk mencegah hipotermia dan konsekuensi inti dingin lainnya. Otak manusia sangat memperhatikan masalah suhu tubuh manusia.

Jika permukaan kulit manusia menjadi terlalu dingin, reseptor kulit akan mengirimkan sinyal ke otak yang memicu serangkaian gerakan ‘trik pemanasan’. Gemetar merupakan salah satu taktik penyelesaiannya di mana otot berkontraksi dan menjadi semakin cepat.

Selain anggota badan gemetar, otot rahang akan mulai gemetar juga dan membuat gigi manusia menjadi menggigil. Kedutan ini kemudian menghasilkan panas yang membantu meningkatkan suhu tubuh.

Selain itu, kedutan juga mengisyaratkan pada manusia agar segera mencari tempat yang lebih hangat dan menyesap minuman hangat.

Sumber :
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1130672/mengapa-manusia-gemetar-saat-kedinginan

Selengkapnya...

Penalaran Deduktif

Sebelum kita membahas tentang penalaran deduktif, apa sih penjelasan dari penalaran itu sendiri? Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Sehingga pengamat akan mendapatkan gambaran sebelum mengungkapkan sebuah pendapat.

Penalaran Deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (Umum – Khusus).

Macam-Macam Silogisme di dalam Penalaran Deduktif :


Di dalam penalaran deduktif terdapat entimen macam silogisme, yaitu :
1.silogisme kategorial
2.silogisme hipotesis
3.silogisme alternative
4.silogisme entimen.

1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Contoh silogisme Kategorial :

My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA

My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal

My : Semua mahasiswa memiliki ijazah SLTA.
Mn : Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K : Amir bukan mahasiswa

2. Silogisme Hipotesis

Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh Silogisme Hipotesis:

My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati
Mn : Makhluk hidup itu mati.
K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

3. Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh Silogisme Alternatif :

My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

My : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Mn : Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
K : Jadi, Nenek Sumi berada di Bandung

4. Silogisme Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh Silogisme Entimen :

- Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
- Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya

Sumber :
http://kuroinoshiroyuki.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-dan-induktif-bagian.html
Selengkapnya...

Sabtu, 12 Februari 2011

Implementasi Jaringan Komputer


Jaringan komputer itu sendiri merupakan Sekumpulan komputer yang saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya, yang telah memiliki kesepakatan bersama dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

Didalam sebuah jaringan komputer terdapat beberapa implementasi pada jaringan komputer. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan 4 tahap Implementasi dalam sebuah jaringan komputer, antar lain :
1.Dunia Bisnis

Pada zaman seperti sekarang ini, sudah banyak sekali yang menggunakan dan menerapkan pemakaian jaringan komputer untuk melakukan bisnis, baik itu dari perusahaan, maupun individual, untuk melakukan sebuah bisnis biasanya banyak dilakukan melalui sebuah website, atau juga seperti sekarang ini yang sudah kita kenal sebuah jaringan sosial salah satunya facebook. Selain tempat untuk mencari banyak teman, melalui situs jejaringan ini sudah banyak sekali orang – orang yang melakukan kegiatan bisnis didalamnya, yang sering kita sebut dengan Bisnis Online. Melalui jaringan ini kita dapat melakukan sebuah pemesanan maupun transaksi yang dapat memudahkan kita, bukan hanya itu saja tetapi juga dapat menghemat waktu kita, maupun biaya, kenapa tidak? Karena dengan adanya media seperti ini kita tidak perlu khawatir lagi untuk mendatangi lokasi tempat yang akan kita kunjungi. Dengan adanya dunia bisnis seperti ini kita dapat melakukan kegiatan pembelian barang dengan jarak yang berjauhan.

2. Dunia Perbankan


Kalo kita mendengar kata perbankan, yang terpikir dalam benak kita pastilah sebuah Automatic Teller Machine atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan ATM. Di dalam dunia perbankan juga menggunakan jaringan komputer yang sering digunakan sebagai media tempat penyimpanan data. Pada zaman sekarang ini dunia perbankan juga telah memiliki sebuah mesin ATM yang sangat berfungsi bagi kita semua. Dengan adanya mesin ATM kita dapat melakukan berbagai banyak hal mulai dari pengecekkan saldo, pengambilan uang, hingga melakukan transaksi, dan lainnya. Sehingga dapat mempermudah dan membantu kita dalam melakukan barbagai banyak hal, apalagi sebuah mesin ATM sekarang sudah sangat mudah sekali untuk kita jumpai.

3. Mobile User

Pemakaian Jaringan komputer pada saat ini sudah banyak sekali kita temui salah satunya pada Mobile User. Dengan adanya Mobile User ini memudahkan kita untuk berkomunikasi walaupun dengan jarak yang berjauhan sekalipun. Mobile User ini tidak hanya digunakan sebagai media untuk saling berkomunikasi, tetapi juga seiring dengan berkembangnya waktu Mobile User sudah dapat kita gunakan sebagai media tempat pertukaran Gambar, Lagu, bahkan Video dengan menggunakan bantuan Bluetooth tetapi, bukan hanya itu saja bisa juga menggunakan bantuan pengiriman melalui MMS. Mobile User juga dapat kita gunakan untuk pengaksesan Internet, seperti mencari informasi melalui Google, bahkan yang sedang Familiar sekali dalam lingkungan sekarang ini situs jaringan sosial yaitu Facebook dan Twitter yang dapat langsung kita akses melalui Mobile User secara mudah.

4. Home

Pemakaian jaringan komputer sering sekali digunakan dirumah – rumah. Apalagi seperti zaman sekarang ini, komputer sangat dibutuhkan sekali demi mendukungnya sebuah aktifitas. Dengan adanya jaringan komputer dirumah – rumah, selain dapat mempermudahkan kita sebagai penggunanya baik itu dapat kita gunakan untuk mengerjakan tugas, membuat sebuah laporan, sebagai media belajar, dan lain sebagainya, juga dapat membuat waktu kita lebih efisien dan menghemat biaya. Ditambah lagi dengan adanya jaringan Internet yang dapat kita akses langsung dirumah. Kita tidak perlu lagi pergi ketempat seperti rental komputer maupun warnet untuk mengerjakan tugas,dan lain sebagainya.
Selengkapnya...

Penalaran Induktif

Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif. Untuk minggu ini saya akan mencoba membahas tentang penalaran Induktif.

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

Jenis-jenis penalaran induktif antara lain :

1.Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contohnya :
• Chelsea Olivia adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.
• Nia Ramadhani adalah bintang sinetron, dan ia berparas cantik.

Generalisasi:
Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.


Macam-macam generalisasi :
Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:
sensus penduduk

Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.

Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2. Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
Meramalkan kesaman
Menyingkapkan kekeliruan
klasifikasi

Contoh analogi :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

3. Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.


Contoh Kausal :
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Sumber :
http://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif
http://kuroinoshiroyuki.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-dan-induktif-bagian.html
http://onan-kost.blogspot.com/2010/05/paragraf-generalisasi-analogi-dan.html
Selengkapnya...

 

counter

Recent Comment

Recent post