English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

rss

Satu Ayat

About Me

Foto saya
hello semuanya.. selamat datang di blog ku yang pertama..!!! kalo kalian kunjungi blog ku.."jangan lupa kasih komentar yaa.." ehm yang banyak link tentang komputer....,tukeran yuxx...,bagi - bagi informasi gtu... hohohooho

Kamis, 11 Desember 2008

Langkah-langkah memulai printscreen

Langkah-langkah dalam memulai PrintScreen desktop properties
Untuk memulai membuat printscreen di desktop properties, langkah yang akan kita ambil yaitu :
Klik kanan pada mouses, pilih properties.Kemudian akan tampil kotak properties
Dan tekan tombol PrintScreen yang ada pada keyboard
Buka accesoris dan pilih paint
Tandai gambar yang akan diedit, dan jika di save akan menjadi foto / gambar
Buka MS WORD dan masukkan gambar


2. Langkah-langkah memulai background di desktop
Untuk memulai membuat atau mengganti suatu background yang ada di desktop , langkah yang akan kita ambil yaitu :
Klik kanan pada mouses, pilih properties
Kemudian akan tampil kotak properties, setelah kotak properties itu tampil,
Pilih menu desktop yang ada pada toolbar
Setelah kotak desktop terbuka , cari gambar yang akan dijadikan background di layar komputer anda dengan mengklik browse untuk mencari gambarnya
Jika sudah selesai dan yakin akan menggunakan background tersebut, klik lah tombol apply atau ok


3. Langkah-langkah memulai screensaver di desktop
Untuk memulai membuat atau mengganti screensaver yang ada di desktop , langkah yang akan kita ambil yaitu :
Klik kanan pada mouses, pilih properties
Kemudian akan tampil kotak properties, setelah kotak properties itu tampil,
Pilih menu screensaver yang ada pada toolbar
Setelah kotak screensaver terbuka , cari gambar yang akan dijadikan screensaver di layar komputer anda
Untuk mengatur waktunya , pilih wait
Jika sudah selesai dan yakin akan menggunakan screensaver tersebut, klik lah tombol apply atau ok


Selengkapnya...

Penjelasan Visual Basic baserta kondisinya

Visual Basic adalah salah suatu developement tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa Basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual Basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun para developer. Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan penting,karena dalam pemakaian aplikasi yang kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yang mendukung tampilan dan proses yang dilakukan.
Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai dengan pembentukkan user interface, kemudian mengatur properti dari objek-objek yang digunakan dalam user interface, dan baru dilakukan penulisan kode program untuk menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal dengan istilah pengembangan aplikasi dengan pendekatan Bottom Up.


Bentuk-bentuk kondisi yang ada pada visual basic adalah :
A.Kondisi Perulangan
Dalam pemrograman ada kalanya kita memerlukan perulangan untuk melakukan suatu perintah yang sama untuk beberapa kali, misalkan pada program untuk mencari data maka diperlukan perulangan untuk mencari data dari record awal sampai record akhir atau sampai data yang dicari ditemukan. Perhatikan contoh sederhana yang menunjukkan penggunaan kondisi perulangan dalam program berikut ini :
Top of Form


Private Sub Form_Load()
MsgBox "ini adalah pesan ke 1"
MsgBox "ini adalah pesan ke 2"
MsgBox "ini adalah pesan ke 3"
MsgBox "ini adalah pesan ke 4"
MsgBox "ini adalah pesan ke 5"
End Sub
Kode program di atas adalah kode program yang digunakan untuk menampilkan pesan sebanyak 5 kali ketika program di load. Bayangkan jika pesan yang ingin ditampilkan bukan 5 kali tetapi 1000 kali, pastinya kita akan kesusahan jika harus menulis kode program “ MsgBox "ini adalah pesan ke #" “ Sebanyak 1000 kali. Untuk mempersingkat kode program maka sebenarnya kita tidak perlu menulis program sebanyak 1000 baris, kita cukup menulis 3 baris program yang hasilnya akan menampilkan pesan sebanyak 1000 kali yaitu sebagai berikut :

For i = 1 To 1000
MsgBox "ini adalah pesan ke " & i
Next i
Sehingga source kodenya menjadi :
Private Sub Form_Load()
For i = 1 To 1000
MsgBox "ini adalah pesan ke " & i
Next i
End Sub
Dengan menggunakan struktur kondisi perulangan seperti source code di atas maka ketika program di load maka program akan menjalankan perulangan dan menampilkan pesan “ini adalah pesan ke 1”,angka 1 pada pesan karena pada perulangan For … Next nilai awalnya adalah 1 kemudian program menjalankan perintah Next i sehingga sekarang nilai i menjadi 2, kemudian program menampilkan pesan “ini adalah pesan ke 2”, kemudian begitu seterusnya sampai nilai i = 1000 dan program menampilkan pesan “ini adalah pesan ke 1000”, karena nilai i = nilai akhir yaitu 1000 maka program keluar dariperulangan. Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah perulangan memiliki kondisi awal dan kondisi akhir, dan perulangan akan berjalan dan berhenti jika kondisi akhir terpenuhi.
1.Macam - Macam Bentuk Perulangan
Dalam visual basic terdapat beberapa macam struktur kondisi perulangan, diantaranya adalah Do … Loop dan For … Next. Untuk lebih jelasnya berikut adalah macam – macam bentuk perulangan dalam visual basic :
A.Do While … Loop

Kata while dalam pernyataan Do While merintahkan program untuk melakukan perulangan apabila kondisi persyaratan masih bernilai True. Apabila kondisi persyaratan bernilai False maka program akan keluar dari perulangan dan berpindah ke kode program berikutnya.

Bentuk sintaks perulangan Do While adalah :

Do While Kondisi
Pernyataan
…..
Loop

Sintaks di atas adalah bentuk Do While dimana kondisi akhir perulangan terletak di awal sedangkan bentuk Do While yang letak kondisi akhirnya di akhir adalah sebagai berikut :

Do
Pernyataan
……
Loop While Kondisi

B.Do Until … Loop
Pada dasarnya perulangan DO Until sama dengan perulangan DO While yang membedakannya adalah pada perulangan Do While perulangan akan terus berjalan selama kondisi bernilai True dan akan berhenti jika kondisi bernilai False sedangkan pada perulangan Do Until perulangan akan terus berjalan apabila kondisi bernilai salah dan akan brhenti jika kondisi bernilai True.
Sintaks dari perulangan Do Until adalah :
Do Until Kondisi
Pernyataan
…..
Loop
Seperti halnya perulangan Do While, perulangan Do Until juga memiliki dua bentuk sintaks yaitu bentuk seperti di atas dan bentuk lainnya dimana kondisi diletakkan di akhir pernyataan perulangan yaitu sebagai berikut :
Do
Pernyataan
……
Loop Until Kondisi

C.While … Wend

Perulangan While … Wend digunakan apabila kita ingin pernyataan pada program dijalankan selama kondisi ekspresi yang di tetapkan masih bernilai True . Sintaks perulangan While Wend adalah :

While Ekspresi
Pernyataan
…..
Wend
D.For … Next
Perulangan For … Next digunakan untuk melakukan perulangan dengan jumlah tertentu yang kita kehendaki. Kita harus mendeklarasikan sebuah variabel yang akan digunakan sebagai indeks untuk perulangan. Sintaks perulangan For … Next adalah :

For Indeks = NilaiAwal To NilaiAkhir
Pernyataan
…..
Next Indeks

Secara default pada perulangan For … Next pertambahan indeks perulangan adalah 1, untuk menentukan pertambahan sesuai yang kita inginkan kita dapat menambahkan Step dari perulangan menjadi 2 atau – 1 untuk melakukan perhitungan mundur pada perulangan. Sintaksnya menjadi sebagai berikut :
For Indeks = NilaiAwal To NilaiAkhir Step -1
Pernyataan
…..
Next Indeks

2.Keluar dari Perulangan
Pada situasi tertentu kita mungkin perlu keluar dari perulangan sebelum kondisi akhir perulangan tersebut tercapai. Kita dapat keluar dari perulangan dengan menambahkan kondisi di dalam perulangan kemudian jika kondisi yang kita berikan tersebut bernilai benar maka program akan keluar dari perulangan dengan menggunakan perintah Exit.Contohnya adalah sebagai berikut :

Pada Perulangan Do … Loop

Do Until KondisiAkhir
Pernyataan
…..
If Kondisi = NilaiYangDicari Then
Exit Do
End If
Loop
Pada perulangan For … Next

For Indeks = NilaiAwal To NilaiAkhir
Pernyataan
…..
If Kondisi =NilaiYangDicari Then
Exit For
End If
Next Indeks

B.Kondisi Percabangan
Sebuah aplikasi harus memiliki alur program yang baik sehingga tidak akan terjadi kesalahan dan hasil yang dikeluarkan oleh program tidak menyimpang dari yang diinginkan ketika program berjalan. Untuk itu perlu dibuat sebuah kondisi percabangan dalam program. Dalam Visual Basic ada beberapa kondisi percabangan yang dapat digunakan seperti IF… THEN atau SELECT CASE. Kondisi percabangan biasanya dinyatakan dengan menggunakan operator seperti operator sama dengan (=), tidak sama dengan (<>) atau operator-operator perbadingan lainnya ( >, >=, <, <=). 1.If … Then Percabangan dengan menggunakan If … Then digunakan untuk memilih dua kondisi atau lebih dengan memeriksa syarat pada tiap kondisi, jika syarat pada kondisi 1 benar ( True ) maka maka program akan menjalankan pernyataan 1 jika tidak ( False ) maka program akan memeriksa kondisi 2, jika syarat pada kondisi 2 benar ( True ) maka program akan menjalankan pernyataan 2 jika tidak ( False ) maka program akan memeriksa kondisi berikutnya dan begitu seterusnya hingga kondisi terakhir pada percabangan. Bentuk kondisi percabangan If … Then pada Visual Basic adalah : If Kondisi1 Then Pernyataan1 ………… ElseIf Kondisi2 Then Pernyataan2 …........ Else Pernyataan3 ………… End if Kondisi percabangan If …Then biasanya digunakan untuk menentukan kondisi perhitungan matematika, membatasi tndakan pengguna program , mengatur tampilan atau mencegah error ketika program di jalankan. 2.Select Case Dibandingkan dengan percabangan If … Then, Select Case lebih mudah dibaca dan di debug serta lebih mudah digunakan dalam alur program yang membutuhkan banyak percabangan. Bentuk umum percabangan Select Case dalam Visual Basic adalah sebagai berikut : Select Case Pilihan Case 1 Pernyataan1 ….. Case 2 Pernyataan2 ….. Case 3 Pernyataan3 …… End Select Pada struktur percabangan Select Case di atas jika Pilihan yang dimasukkan oleh pengguna bernilai 1 maka Pernyataan 1 di eksekusi, jika bernilai 2 maka Pernyataan 2 yang dieksekusi, jika bernnilai 3 maka Pernyataan 3 yang di eksekusi. 2.Sebutkan Jenis-jenis operator pada Visual Basic Visual Basic menyediakan 3 jenis operator, yaitu : 1)Operator Aritmatika ^ Pangkat - Negatif / kurang * Kali / Bagi \ Pembagian integer ( disertai pembulatan nilai hasil ) (Mod) Modulus / sisa bagi + Tambah / penggabungan string & penggabungan string 2)Operator Perbandingan = sama dengan <> tidak sama dengan
> lebih dari
<>= lebih dari atau sama dengan
LS Referensi obyek
Like seperti
Operator Like
Salah satu operator yang menarik untuk dibahas adalah operator like, Operator digunakan untuk operasi pencocokan pola pada string yang akan sangat membantu programmer.
Syntax :
result = string Like patter
Karakter dalam pola
Penyamaan dalam string
?
Sembarang karakter tunggal
*
Nol atau lebih karakter
#
Sembarang digit tunggal (0-9)
[charlist]
Sembarang karakter yang berada dalam charlist

[charlist]
Sembarang karakter yang tidak berada dalam charlist

Tabel . Character dalam pencocokan pola pada operator Like
Contoh :
 MyCheck = “aBBBa” Like “a*a” ‘ Returns True.
 MyCheck = “F” Like “[A-Z]” ‘ Returns True.
 MyCheck = “F” Like “[!A-Z]” ‘ Returns False.
 MyCheck = “a2a” Like “a#a” ‘ Returns True.
 MyCheck = “aM5b” Like “a[L-P]#[!c-e]” ‘ Returns True.
· MyCheck = “BAT123khg” Like “B?T*” ‘ Returns True.
MyCheck = “CAT123khg” Like “B?T*”

3)Operator Logika
Not tidak
and dan
or atau
Xor Exclusive Or
Eqv equivalen
imp implikasi

check box dan Option Button

CheckBox digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false.

OptionButton sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu.




Selengkapnya...

Penjelasan tentang Menu Bar ,dsb

1.Sebutkan dan jelaskan menubar, toolbar, windows properties , project explorer, toolbox

Menu Bar, merupakan daftar perintah-perintah yang dikelompokkan dalam kriteria tertentu yang berfungsi untuk melaksanakan sebuah perintah, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll. Visual Basic terdapat tiga belas menu utama yaitu File, Edit, View, Project, Format, Debug, Run, Query, Diagram, Tools, Add-In, Windows dan Help.

Toolbar, merupakan kumpulan tombol yang dapat melakukan sebuah perintah dengan cepat. Fungsi toolbar hampir sama dengan menu hanya toolbar berbentuk tombol-tombol yang susunannya tidak secara bertingkat. Contoh toolbar tersebut antara lain Add Form, Menu Editor, Save, Cut, Copy dan lain sebagainya.

Windows Properties, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih, menampilkan semua properti dari obyek yang digunakan. Kita dapat mengubah setiap properti dari objek yang ada melalui jendela ini.Sebagai contohnya anda dapat mengubah warna tulisan (foreground) dan warna latarbelakang (background). Anda dapat menggunakan F4 untuk menampilkan jendela properti.

Project Explorer, digunakan untuk melihat bagian-bagian proyek pembuatan aplikasi. Bagian-bagian tersebut dapat berupa project, form, data environment dan data report. Project Explorer ini berbentuk menu tree sehingga mempermudah dalam pengaksesannya. Pada jendela explorer terdapat tiga tombol kontrol tampilan antara lain Window Code untuk menampilkan kode, Window Project untuk menampilkan dalam bentuk visual dan Toggle Folder untuk pengelompokan jenis objek.jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi anda. Anda dapat menggunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modulmodul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Anda dapat menggunakan Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explore

Toolbox, kumpulan objek yang digunakan untuk kontrol pada sebuah program ,jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan user interface. Toolbox terdiri atas beberapa tool yang kemudian ditempatkan pada sebuah form. Toolbox terdiri dari Pointer, PictureBox, Label, TextBox, Frame, CommandButton, CheckBox, OptionButton, ListBox, ComboBox, HScrollBar dan VscrollBar, Timer.

Adapun secara garis besar fungsi dari masing-masing intrinsic kontrol tersebut adalah
sebagai berikut :
a.Pointer bukan merupakan suatu kontrol; gunakan icon ini ketika anda ingin memilih kontrol yang sudah berada pada form.
b. PictureBox adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB(bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPEG.
c. Label adalah kontrol yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat diperbaiki oleh pemakai.
d. TextBox adalah kontrol yang mengandung string yang dapat diperbaiki oleh pemakai,dapat berupa satu baris tunggal, atau banyak baris.
e. Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai kontainer bagi kontrol lainnya.
f. CommandButton merupakan kontrol hampir ditemukan pada setiap form, dan digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya.
g. CheckBox digunakan untuk pilihan yang isinya bernilai yes/no, true/false.
h. OptionButton sering digunakan lebih dari satu sebagai pilihan terhadap beberapa option yang hanya dapat dipilih satu.
I. ListBox mengandung sejumlah item, dan user dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada property MultiSelect).
j. ComboBox merupakan konbinasi dari TextBox dan suatu ListBox dimana pemasukkan data dapat dilakukan dengan pengetikkan maupun pemilihan.
k. HScrollBar dan VScrollBar digunakan untuk membentuk scrollbar berdiri sendiri.
l. Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu. Merupakan kontrol non-visual


Selengkapnya...

contoh program munggunakan VB

1. A.Tabel form
B. Rumus Program dari table diatas


C. Rumus Logika
Fungsi dari option button (+) didalam table form diatas adalah ,jika kita memasukkan nilai dengan mennggunakan rumus ,
Private sub Option1_click()
var1 = text1.text
var2 = text2.text
hasil = var1 + var2
label3.Caption = hasil
End Sub
Kita memasukkan nilai didalam variabe1 dan variabel2 didalam table form,maka akan diproses menjadi var1 + var2. Hasil dari var1 + var2 ini akan dicetak didalam label3.seperti halnya rumus program yang ada diatas.

Fungsi dari option button (-) didalam table form diatas adalah ,jika kita memasukkan nilai dengan mennggunakan rumus ,
Private sub Option1_click()
var1 = text1.text
var2 = text2.text
hasil = var1 - var2
label3.Caption = hasil
End Sub
Kita memasukkan nilai didalam variabe1 dan variabel2 didalam table form,maka akan diproses menjadi var1 -var2. Hasil dari var1 - var2 ini akan dicetak didalam label3.seperti halnya rumus program yang ada diatas.

Fungsi dari option button (*) didalam table form diatas adalah ,jika kita memasukkan nilai dengan mennggunakan rumus ,
Private sub Option1_click()
var1 = text1.text
var2 = text2.text
hasil = var1 * var2
label3.Caption = hasil
End Sub
Kita memasukkan nilai didalam variabe1 dan variabel2 didalam table form,maka akan diproses menjadi var1 * var2. Hasil dari var1 * var2 ini akan dicetak didalam label3.seperti halnya rumus program yang ada diatas.

Fungsi dari option button (\) didalam table form diatas adalah ,jika kita memasukkan nilai dengan mennggunakan rumus ,
Private sub Option1_click()
var1 = text1.text
var2 = text2.text
hasil = var1 \ var2
label3.Caption = hasil
End Sub
Kita memasukkan nilai didalam variabe1 dan variabel2 didalam table form,maka akan diproses menjadi var1 \ var2. Hasil dari var1 \ var2 ini akan dicetak didalam label3.seperti halnya rumus program yang ada diatas.


2. A.Tabel formB. Rumus Program dari table diatas

C. . Rumus Logika
Contoh hasil dari proses tersebut :
Jika kita memasukkan nilai kedalam textbox tersebut 50,
Maka nilai huruf yang akan dikeluarkan didalam textbox tersebut masuk kedalam kategori D. Karena,didalam rumus program tertulis :
Elseif val(text1.text) < 69 then
text2.text = “D”
maksud dari program diatas adalah , jika nilai yang dimasukkan lebih kecil dari 69, maka nilai tersebut masuk kedalam kategori “D”.Maka dari itulah,contoh yang ada dibawah ini setelah diproses timbul dan masuk kedalam kategori “D”.
Jika kita memasukkan nilai kedalam textbox tersebut 69,
Maka nilai huruf yang akan dikeluarkan didalam textbox tersebut masuk kedalam kategori C. Karena,didalam rumus program tertulis :
Elseif val(text1.text) < 80 then
text2.text = “C”
maksud dari program diatas adalah , jika nilai yang dimasukkan lebih kecil dari 80, maka nilai tersebut masuk kedalam kategori “C”.Maka dari itulah,contoh yang ada dibawah ini setelah diproses timbul dan masuk kedalam kategori “C”.
Jika kita memasukkan nilai kedalam textbox tersebut 85,
Maka nilai huruf yang akan dikeluarkan didalam textbox tersebut masuk kedalam kategori B. Karena,didalam rumus program tertulis :
Elseif val(text1.text) < 89 then
text2.text = “B”
maksud dari program diatas adalah , jika nilai yang dimasukkan lebih kecil dari 89, maka nilai tersebut masuk kedalam kategori “B”.Maka dari itulah,contoh yang ada dibawah ini setelah diproses timbul dan masuk kedalam kategori “B”.

Jika kita memasukkan nilai kedalam textbox tersebut 30,
Maka nilai huruf yang akan dikeluarkan didalam textbox tersebut masuk kedalam kategori E. Karena,didalam rumus program tertulis :
Elseif val(text1.text) < 50 then
text2.text = “E”
maksud dari program diatas adalah , jika nilai yang dimasukkan lebih kecil dari 50 maka nilai tersebut masuk kedalam kategori “E”.Maka dari itulah,contoh yang ada dibawah ini setelah diproses timbul dan masuk kedalam kategori “E”.

Selengkapnya...

 

counter

Recent Comment

Recent post